Suara.com - Seorang wanita membagikan pengalamannya ketika dia harus tetap menyelesaikan rapatnya meskipun air ketubannya sudah pecah dan harus ke rumah sakit.
Christine Carrillo, membagikan pengalamannya di Twitter ketika temannya masih harus menyelesaikan rapat meskipun air ketubannya sudah pecah.
"Air ketuban teman saya pecah saat rapat dengan jajaran dewan," tulisnya di akun Twitter @ChristineCarril.
"Dia berkata, "Saya harus pergi ke rumah sakit, ketuban saya baru saja pecah!" sambungnya.
Christine mengungkapkan jika salah satu investor utama perusahannya mengizinkannya namun ia terlebih dahulu harus menyelesaikan rapatnya.
"Oke, tapi bisakah kita menyelesaikan rapatnya dulu?" ujar sang investor kepada teman Christine tersebut.
Christine mengungkapkan jika temannya tersebut menyelesaikan rapat dewan di dalam mobil saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Sontak kisah yang dibagikan Christine tersebut langsung membuat geger warganet yang membacanya dengan menuliskan beragam komentar.
Banyak yang menginginkan nama perusahaan diungkapkan dan menyatakan kekesalan insiden tersebut.
Baca Juga: Sambil Meringis Kesakitan Karena Kontraksi, Ibu Hamil Ini Sempat-sempatnya Joget TikTok
"Ini menjijikkan. Kita perlu memanggil orang-orang untuk omong kosong ini. Orang perlu tahu untuk tidak pernah mengambil uang dari investor ini." tulis seorang warganet.
Beberapa perempuan lain menceritakan pengalaman mereka sendiri dengan situasi kerja serupa ketika mereka hamil, atau bahkan dalam persalinan.
"Omong kosong ini tidak hanya di level dewan. Istri saya mengalami keguguran dan sedang dalam perjalanan ke rumah sakit dan saya memberi tahu atasan saya saat itu (seorang wanita berusia 30-an) bahwa saya harus pergi dan....jawabannya adalah "Anda tidak akan banyak berguna sana…" curhat seorang warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT