Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang wanita iseng potong rambut di sebuah salon yang pelanggannya nenek-nenek dan kakek-kakek viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh sebuah akun Tiktok pada Jumat (16/7/2021), wanita tersebut menjelaskan bahwa ia mendadak berkeinginan untuk potong rambut di salon tersebut.
Saat sampai di salon, ia pun dilayani oleh seorang ibu-ibu yang akan memotong rambutnya.
Melihat celemek yang digunakan saat potong rambut, wanita tersebut kaget sekaligus tertawa karena terbuat dari payung yang sudah rusak dan diambil kerangka besinya.
"Tiba-tiba random pengen potong rambut, di salon yang pelanggannya nenek-nenek dan kakek-kakek," tulis wanita tersebut dalam videonya, dikutip suara.com, Sabtu (17/7/2021).
"Dan ngakak banget celemeknya pakai bekas payung dong haha," lanjutnya.
Di video selanjutnya, ia memperlihatkan hasil potong rambut di salon tersebut. Ia memperlihatkan rambutnya yang menjadi rapi dan juga lebih indah.
Wanita tersebut merekomendasikan salon tersebut pada para warganet yang ingin memotong rambut. Ia juga menyampaikan informasi bahwa salon tersebut sudah ada sejak tahun 1982.
"Recomended banget bakal jadi langganan aku ini, tempatnya strategis dan ramah banget ibunya," tulis wanita tersebut.
Baca Juga: Satpol PP Gowa yang Pukul Pasutri 'Disentil' Jokowi, Publik: Telat, Rakyat Sudah Bonyok
"Mantul banget kan hasilnya, jadi salon ini sudah ada sejak 1982 dan sampai sekarang masih ada," lanjutnya.
Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka menyoroti celemek yang terbuat dari bekas payung. Ada juga yang menyoroti hasil potong rambut di salon tersebut.
"Biar rambutnya gampang dibersihkan kak, bahan payung kan licin," tulis salah seorang warganet.
"Anjir bekas payung," tulis warganet lain.
"Bagus banget ini," komentar salah seorang warganet.
"Parah bagus banget woy," sahut warganet lain.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Beredar Video Pedagang Rusuh dengan Satpol PP di Rangkasbitung, Benarkah?
-
Warga Santap Ikan Arwana Seharga Puluhan Juta, Ini Penjelasan MUI
-
Viral Warga Bergantian Pakai Bilik Sauna untuk Imunitas, dr Faheem Younus: Nol Manfaat
-
Oknum PNS Terlibat Pungli Tes Antigen, Bupati Lampung Selatan Marah Besar
-
Momen Wanita Melahirkan Berdiri, Publik Terharu Puji Ketegaran sang Ibu
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan