Suara.com - Warga yang mengaku menemukan ikat sidat seberat 1 ton telah menggegerkan media sosial. Mereka membagikan ikan berukuran raksasa itu di pinggir sungai.
Video ikan sidat 1 ton itu dibagikan oleh akun Instagram @jeg.bali. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 18 ribu kali.
"Ikan sidat seberat 1 ton tertangkap warga. Wah bisa buat masak satu banjar nih," tulis @jeg.bali sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Rabu (25/8/2021).
Dalam video, tampak sejumlah warga berada di pinggir sungai. Mereka menunjukkan penampakan ikat sidat raksasa yang diklaim seberat 1 ton.
"Penemukan ikat sidat raksasa, mantap," kata warga itu dalam video.
Ikan itu sendiri terlihat seperti ular raksasa. Bagaimana tidak, tubuhnya memanjang kebelakang, dan meliuk di batu-batu sungai.
Ukurannya juga begitu besar sehingga terlihat mengerikan. Ikan itu berwarna hijau tua dan memiliki bintik-bintik. Kulit ikan itu juga terlihat berlendir.
Namun, siapa sangka jika ikan raksasa itu hanyalah patung. Patung itu merupakan hasil kreativitas seniman setempat.
Video itu menunjukkan proses pembuatan ikan palsu yang dilakukan langsung di pinggir sungai. Seniman membuat patung itu dengan menggunakan tanah liat.
Baca Juga: Viral Ormas Pemuda Pancasila, KPMP dan Sundawani Geruduk Kantor Dinkes KBB, Ini Pemicunya
Ia membentuk tanah liat itu seperti tubuh ular raksasa, sepanjang pinggir sungai. Tak lupa, ia juga membentuk sirip dan wajah ikan itu.
Selanjutnya, seniman itu menunggu tanah liat agar kering. Ia kemudian mulai mewarnai patung berbentuk ikan raksasa itu.
Terakhir, seniman itu melapisi patung ikan itu dengan cat minyak. Cara ini berhasil membuat tampilan ikan itu benar-benar seperti hidup.
Sontak, karya patung ikan itu menuai pujian dari warganet. Tak sedikit yang mengaku tertipu dan percaya jika patung itu benar-benar ikan.
"Keren banget, kirain beneran lho," komen warganet.
"Awalnya percaya. Cek videonya kok panjang, eh ternyata," aku warganet.
Berita Terkait
-
Viral Ormas Pemuda Pancasila, KPMP dan Sundawani Geruduk Kantor Dinkes KBB, Ini Pemicunya
-
Viral Kisah Lelaki Ingin Batal Nikah, Alasannya Bikin Warganet Emosi
-
Ricuh TNI dan Warga, Dandim Buleleng Putuskan Ini
-
Viral Yellow Claw Pamer Makan ala Warteg, Pas Dizoom Publik Malah Salfok ke Hal Ini
-
3 Tahun Gaji Istri Nggak Pernah Diambil, Pas Dicek Totalnya Bikin Melongo
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik