Suara.com - Viral adegan ojek online yang bermasalah dengan pelanggannya. Sopir ojol itu dimarahi oleh pelanggan hingga pesanannya disuruh dibuang.
Diunggah oleh akun Instagram @Letstalk.andenjoy, terlihat pelanggan yang mengamuk seusai berkomunikasi melalui chat dengan sopir ojol.
"Kok ada customer kayak gini... Saya udah ngomong sopan.. Kronologi saya customer minta antar ke lantai 3," tulis keterangan unggahan tersebut.
Namun karena sedang tidak sehat, sopir ojol tidak bisa naik ke kamar pelanggan yang kosnya di lantai 3.
"Sudah saya sampaikan ke customer klo kaki saya sakit ga bisa naik ke lantai 3..kok nyuruh buang makanannya.." lanjutnya.
Terlihat sebuah tangkapan layar percakapan antara sang sopir dan pelanggan tersebut.
Ketika sampai di lokasi, sopir ojol itu menanyakan lokasi kamar kos pelanggan.
Setelah tahu lokasi kamarnya di lantai tiga, sopir ojol meminta tolong kalau pesanan diambil di lantai bawah saja karena kakinya sakit.
Selanjutnya, pelanggan itu menjawab, kalau dirinya juga sedang sakit dan malah mengamuk.
Baca Juga: PPKM Masih Diperpanjang, Pengantin Ini Gelar Nikahan di Tempat Tak Terduga
Agar akunnya tidak bermasalah, sopir ojol mengalah dan mengantarkan makanan ke atas.
Namun, sang pelanggan sudah emosi, dan menyuruh pesananan makanan dibuang saja.
Bahkan, pelanggan itu tetap memarahi sopir ojol meskipun aksinya sedang direkam video handphone.
Akibat dari kejadian ini, akun sopir ojek online tersebut dilaporkan pelanggan, sehingga beresiko terkena sanksi.
Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Beberapa dari mereka mengaku kesal dengan sikap pelanggan tersebut.
"Masih ada aja customer model kaya gini," ujar warganet.
"Kenapa sih setiap ada kesalahan selalu driver yang disalahin. Kan nggak adil," tulis salah satu warganet.
"Udah sakit, marah-marah pula, malah nyuruh buang makanan yang nggak salah apa-apa... keterlaluan lu," komentar salah seorang warganet.
"Laporin aja lagi jelasin sejelas-jelasnya kondisi driver kaya gimana sanksi itu bisa dibanding dan tidak sebelah pihak." komentar warganet lain.
Berita Terkait
-
PPKM Masih Diperpanjang, Pengantin Ini Gelar Nikahan di Tempat Tak Terduga
-
Heboh Gua Berisi Serpihan Emas di Deli Serdang, Ini Penjelasan Camat
-
Beri Uang Belanja Rp 50 Ribu Sebulan, Suami Ngomel Lihat Masakan Istri: Enggak Becus
-
Bikin Nostalgia, Ibu Ini Simpan Barang Kenangan saat Hamil hingga Melahirkan Anak
-
Balita Menangis Terjebak di Kamar Mandi, Sikap Santai Wanita Ini Jadi Sorotan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan