Suara.com - Lagu Yamet Kudasi menyita perhatian publik terutama pengguna media sosial TikTok. Lagu ini bahkan dijadikan soundtrack oleh beberapa publik figur, mulai dari Ria Ricis dan Tiara Andini.
Yamet Kudasi pertama kali dibawakan seorang ibu pemmilik akun TikTok @dewiismahoeriah.
Lirik nyeleneh yang dinyanyikan dalam Bahasa Sunda serta dipadukan dengan musik remix berhasil menarik perhatian para pengguna TikTok.
Kini, unggahan tersebut telah tayang lebih dari 7,8 juta kali dan disukai oleh 485 ribu pengguna TikTok.
Lagu Yamet Kudasi sudah digunakan oleh 222 ribu lebih pengguna TikTok sebagai backsound konten mereka. Lagu ini menjadi lagu yang paling sering diputar di TikTok.
Namun, tahukah kamu arti lagu Yamet Kudasi ini?
Seorang pelawak Jepang-Indonesia, Kenta Yamaguchi, menjelaskan arti lagu ini lewat akun TikToknya, Kentakenta3.
Menurutnya, Yamet Kudasi merupakan gabungan dari kata Yamete dan Kudasai. Yamete memiliki arti hentikan dan kudasai artinya tolong.
Jika digabungkan, yamate kudasai mempunyai arti tolong hentikan.
Baca Juga: Viral Video Pria Menyerang Ustaz Sedang Pengajian di Masjid Baitusysyakur Batam
Sementara, 'ara ara' memiliki arti 'ternyata' dan kimochi artinya 'enak'. Sehingga, jika digabungkan artinya "Tolong hentikan tapi ternyata enak".
"Yamet kudasi itu sebenernya yamete kudasai, artinya tolong hentikan. Ara ara itu artinya banyak banget, tapi di sini artinya ternyata. Kimochi itu, enak. Jadi, Tolong hentikan tapi ternyata enak," ucapnya dalam video, Sabtu (18/9/2021).
Menurut warganet, penjelasan Kenta begitu ambigu, sehingga tak sedikit dari mereka yang 'traveling' menafsirkan arti lagu tersebut.
"Anda bisa tidak buat otak saya tidak traveling," komentar warganet
"Woi kok otak saya traveling ke dunia lain," tulis warganet.
"Ternyata artinya sangat membagongkan," ujar warganet.
"Aku berusaha positif thinking," ucap warganet yang lain.
"Travelling sampai luar nalar," tutur warganet.
"Kayak makan pedes-pedes pingin berhenti tapi nagih," tebak warganet.
Berita Terkait
-
Viral Video Pria Menyerang Ustaz Sedang Pengajian di Masjid Baitusysyakur Batam
-
Viral Api Terbang Hebohkan Warga Banjarnegara, Dikira Mistis Ternyata...
-
Viral! Lampu di Masjid Istiqlal Mirip 'Diskotek', Begini Penjelasannya
-
Viral Bikers Onani di Depan Mbak-mbak Penjual Susu Kedelai Kepergok: Gak Wedi Aku Lek
-
Viral, Video Hajatan Menutupi Jalan Raya, Sampai Pengendara Harus Pilih Jalan Lain
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali