Suara.com - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengawal langsung keberangkatan kontingen PON Jawa Tengah ke tanah Papua. Ganjar berangkat satu pesawat dengan 167 atlet dan official dari Bandara Ahmad Yani Semarang, Kamis (30/9) petang.
Sebanyak 167 anggota rombongan tersebut terdiri dari atlet berbagai cabang olahraga. Diantaranya softball, selam kolam, menembak, binaraga, dayung rowing, aeromodelling, catur, dan anggar. Selain atlet, turut berangkat juga official, petugas medis, dan keamanan.
Sebelum berangkat, Ganjar memberi motivasi kepada para atlet. Ganjar mengatakan akan mengawal langsung para atlet di Papua. "Saya akan menonton langsung perjuangan teman-teman, menjadi suporter langsung besok, pokoknya berjuang yang terbaik," katanya.
Seusai memberi arahan, Ganjar menyapa dan mengobrol dengan para atlet. Ketika ngobrol dengan atlet binaraga, Ganjar kaget ketika diberitahu bahwa atlet tersebut menghabiskan dua kilogram daging setiap hari.
"Dua kilo sekali makan? Pantes badanmu sebesar ini," kata Ganjar.
Ganjar juga sempat menyapa atlet menembak yang baru saja meraih medali di Kejuaraan Menembak Asia ke 14 di Kazakhstan. Mereka adalah dua atlet menembak Muhammad Iqbal Raia Prabowo dan Arista Perdana Putri.
Ganjar sendiri berada di Papua hingga Selasa 5 Oktober. Ia dijadwalkan mengikuti upacara pembukaan PON di Stadion Lukas Enembe pada 2 Oktober. Selain itu juga akan mendukung beberapa pertandingan atlet Jateng.
Berita Terkait
-
PON Papua: Pertina Sumut Incar 3 Medali Emas
-
PON Papua: Kalahkan Jabar, DKI Jakarta Amankan Emas ke-19 dari Judo
-
PON XX Papua 2021: DKI Jakarta Rebut Emas ke-19 dari Judo
-
Cabor Panjat Tebing Beregu Putri NTB Raih Emas Pertama di PON Papua
-
Kirab Api Obor PON Papua Diiringi Tarian Adat, Begini Antusiasme Masyarakat Papua
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT