Suara.com - Pelecehan seksual bisa terjadi kepada siapa saja dan di mana saja, termasuk perempuan pekerja di kantornya sendiri.
Termutakhir, rentetan unggahan di Twitter menguak seorang perempuan yang mengalami pelecehan seksual oleh rekan kerjanya sendiri.
Menurut akun Twitter perempuan tersebut, ia mendapatkan pelecehan melalui WhatsApp grup rekan sekantor lamanya. Pelecehan berupa pelecehan verbal dengan kata-kata yang tak senonoh.
Suara.com sudah mendapatkan izin dari pemilik akun tersebut agar unggahannya bisa dibuatkan menjadi berita.
"Diapain ya orang-orang kurang ajar bin norak begini?," tulis korban melalui akun Twitetrnya.
"Aku bingung mau marah-marah gimana, itu grup ex kantor lamaku tapi pada left sisa kami bertiga aku juga enggak ngeh eh makin kurang ajar chat mereka," imbuhnya.
Dia menceritakan, seorang rekan kerja membagikan foto dari Instagram perempuan tersebut di WhatsApp grup kantor tanpa seizinnya.
Setelah foto tersebut muncul di grup, berbagai komentar tak pantas mulai terlontar dari mantan rekan kerjanya.
"Enak kayaknya buat di gas ya," chat seorang anggota grup kantor yang diberi nama Pak D.
Baca Juga: Wali Kota Makassar Kena Semprot Satgas Covid-19 Sulsel Gegara Joget Terajana Viral
"Buat dikopling ded," timpal anggota grup yang lain, Pak A.
Selain pada ungghan pertama, di unggahan bukti chat kedua yang dibagikan juga masih dengan tone melecehkan yang sama.
"Tetap digas pak, pas dimentokin pasti berasa, larinya kenceng rambut bisa ditarik," ungkapan salah seorang anggota grup.
"Ada yang lebih seksi lagi enggak pak? buat bahan col* lumayan," imbuhnya.
Dalam utasnya, perempuan tersebut menyayangkan aksi mantan rekan kerjanya yang terkesan bercanda namun dengan kata-lata melecehkan.
"Tadinya enggak mikir gimana-gimana karena memang kami dulu temenan deket dan dulu mereka enggak pernah macam-macam sering main bareng juga," tulis perempuan tersebut.
"Pun mereka masih temanan sama bokap makanya gue segan. Sekarang sudah gue block semua, pinginnya ngadu ke istrinya tapi enggak ada kontaknya," imbuhnya.
Utas yang sudah disukai ratusan kali tersebut mengundang berbagai reaksi dari warganet.
"Menjijikkan banget, anak atau cucu perempuannya dikomen gitu apa bakal diserahkan sama yang komen ya?," komentar warganet.
"Bapak-bapak kok bisa enggak bermoral gini sih? gue kasian anak istrinya astaga, semoga si bapak-bapak biadab ini belum punya istri dan jangan sampai punya istri deh," imbuh lainnya.
"Gila, kasih tau ke anak anaknya biar bapaknya malu. Atau kerabatnya gitu," tambah warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Waspada Penipuan! Eks Brimob di Pasukan Rusia Ingatkan WNI Soal Link Rekrutmen Bodong
-
8 Fakta Tewasnya El Mencho, Dari Status 'Kode Merah' hingga Ancaman Perang Saudara Kartel
-
Busyro Muqoddas soal Vonis Perdana Arie: Ada Secercah Keadilan, Tapi Idealnya Bebas Murni
-
Pelihara Bandar? Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp13 Juta Tiap Minggu
-
Pramono Anung Mau Sulap 153 Pasar Jakarta Jadi Destinasi Global
-
KPK Buka Peluang Panggil OSO Usai Menag Nasaruddin Beri Klarifikasi Soal Jet Pribadi
-
Dari Asrama ke Arena, Siswa Sekolah Rakyat Tumbuh Jadi Atlet Karate
-
Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas, DPR Desak Sistem Perlindungan Diperkuat hingga Level RT/RW
-
Keadilan untuk Arianto Tawakal: Kakak Korban dan 12 Orang Jadi Saksi dalam Sidang Etik Oknum Brimob
-
Nadiem Makarim Bantarkan Sidang Korupsi Akibat Pendarahan Hebat hingga Masuk Rumah Sakit 4 Hari