-
China mendesak DK PBB mengesahkan kesepakatan damai guna mengakhiri perang komprehensif di Iran.
-
Presiden Donald Trump mengklaim draf perjanjian damai penghentian perang sebagian besar telah dinegosiasikan.
-
Konflik memanas sejak Februari hingga memicu blokade Selat Hormuz yang mengancam jalur energi dunia.
Suara.com - Dewan Keamanan PBB didesak segera mengambil alih legitimasi kesepakatan damai guna menghentikan perang multilateral antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Langkah ini dinilai krusial agar resolusi penghentian konflik di kawasan Teluk memiliki kekuatan hukum internasional yang mengikat.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa konsensus global sangat dibutuhkan untuk mengawal stabilitas jangka panjang di Timur Tengah. Pihaknya berharap seluruh aktor yang terlibat bersedia menurunkan ego demi tercapainya titik temu penandatanganan perdamaian.
"Kami meyakini bahwa ketika itu tercapai, maka kesepakatan tersebut akan diserahkan kepada DK PBB untuk dukungan supaya dapat memiliki legitimasi dan kewenangan," kata Wang Yi dalam pernyataannya di Markas PBB pada Selasa (26/5).
Di sisi lain, Gedung Putih mulai menunjukkan sinyal positif yang mengarah pada berakhirnya konfrontasi senjata. Para pejabat Washington menyatakan optimisme yang terukur terhadap kemajuan draf perjanjian komprehensif tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa dokumen kesepakatan penutupan perang dengan Teheran sudah hampir rampung. Fase finalisasi antar-negara pelaksana diproyeksikan bakal berjalan dalam waktu dekat.
Sebagai pemegang presidensi DK PBB sepanjang Mei 2026, China memanfaatkan momentum ini untuk menekan badan urusan keamanan tersebut agar lebih agresif. Wang menilai PBB tidak boleh pasif dalam merespons peluang rekonsiliasi yang mulai terbuka.
"Selama China memimpin DK PBB di Mei 2026, Wang mengatakan ke depannya, badan yang ditugaskan menjamin perdamaian dan keamanan internasional tersebut harus bergerak maju dan memikul tanggung jawab."
Upaya diplomatik ini menjadi krusial mengingat eskalasi militer yang pecah sejak Februari lalu telah melumpuhkan stabilitas ekonomi global. Ketegangan bermula saat armada gabungan Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara masif ke wilayah teritorial Iran.
Merespons agresi tersebut, Teheran membalas lewat serangan balik ke wilayah Israel dan pangkalan sekutu Barat di Teluk. Militer Iran juga memblokade total Selat Hormuz yang mengancam pasokan energi dan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.
Baca Juga: Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
Negosiasi alot yang dimediasi oleh Pakistan sempat membuahkan hasil lewat gencatan senjata jangka pendek pada awal April. Momentum jeda pertempuran itu kemudian diperpanjang secara sepihak oleh Trump hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Bukan Uang Pribadi, MUI Sarankan Dana Kurban 1.098 Sapi Prabowo Diaudit
-
Banyak Masyarakat Masih Mampu Berkurban, Golkar Sebut Ekonomi Indonesia Masih Oke
-
Bahlil Sumbang Hewan Kurban ke Seluruh DPD Golkar, Totalnya Lebih dari 40 Ekor
-
Bukan di Kelas, Puluhan Anak PAUD Tangerang 'Geruduk' Aviary Park Demi Belajar Literasi
-
Puan Maharani Kurban Sapi Limousin 1 Ton, Singgung Soal Keadilan Sosial di Idul Adha
-
Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
-
Banyak Nonmuslim Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
-
Penampakan Sapi Jumbo Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di Masjid Istiqlal
-
Fadli Zon soal Prabowo di Prancis Saat Iduladha: Tak Harus Selalu di Indonesia
-
Permenhut 6/2026 Dinilai Buka Jalan Proyek Karbon Perhutanan Sosial Masuk Pasar Global, Mengapa?