Suara.com - Viral seorang pengamen badut ditemukan meninggal di depan toko. Kejadian tersebut diunggah oleh Twiter @masadem.
Namun yang menjadi sorotan dari unggahan tersebut adalah komentar dari warganet yang mengaku sebagai anak dari almarhum pengamen badut.
Pada Twitter @ndagels, ia mengunggah sebuah status Facebook mengenai meninggalnya seorang pengamen badut di depan toko. Pada status Facebook tersebut, ada komentar menyayat hati.
"Itu ayah saya," tulis sebuah akun Facebook, Prima Castelo dengan emoji menangis.
Akun Prima tersebut diduga merupakan akun dari anak badut yang meninggal. Pada unggahan di Facebooknya, ia bahkan mengunggah foro sang ayah sebelum meninggal.
Pada foto yang diunggah sang anak, terlihat seorang badut dengan dua anak kecil laki-laki.
"Foto terakhir ayahku sebelum kepergiannya," tulis akun Prima Chastelo.
"Sedih melihat perjuangannya, semoga ayah tenang di sana bersama Tuhan. Tuhan selalu menyertai ayah dan memberkati ayah," imbuhnya.
Status Facebook anak dari pengamen badut yang diunggah akun Twitter @ndagels itu tentu mendapatkan respons dari warganet.
Baca Juga: Viral Dicari Baby Sitter Boneka Arwah Gajinya Rp10 Juta, Khusus yang Kuat Mental
"Turut berduka dan respect kepada orang-orang yang kreatif mencari nafkah, sekali lagi turut berduka cita dan semangat untuk orang-orang kreatif di luar sana," imbuh warganet lain.
"Sering banget lihat pengamen badut gini, yang miris kalau anak kecil, kadang duduk melamun ya Allah," tulis warganet di kolom komentar.
"Ya Allah, yang kuat ya dek. Semoga bapak tenang disisi-Nya dan semoga adek jadi orang sukses nanti gedenya," timpal lainnya.
"Gue beneran berhenti makan dan jadi gak selera," tambah warganet lain.
"Menandakan bahwa meninggalpun bisa di mana aja enggak harus di rumah atau di rumah sakit," balas warganet.
Saat berita ini dibuat, cuitan tersebut telah disukai lebih dair 22 ribu kali dengan 500-an tweet kutipan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik