Suara.com - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika, Papua kembali menerjunkan tim gabungan untuk mencari Pius Iwitiyu, motoris ojek laut, Jumat (11/2/2022). Pius dilaporkan terseret arus di Muara Sungai Pomako sejak Minggu (6/2).
Kepala Kantor SAR Timika George Mercy L Randang mengatakan Tim SAR gabungan telah diberangkatkan menuju lokasi pencarian korban di perairan Pomako sekitar pukul 07.00 WIT menggunakan dua unit perahu karet bermesin 25 PK dan RB 217 Timika.
"Pada pencarian hari kedua ini Tim SAR gabungan akan melaksanakan pencarian dengan menyisir pinggiran perairan Timika menggunakan perahu karet. Tim juga akan melakukan penyisiran ke perairan tengah menggunakan armada yang lebih besar yaitu RB 217 Timika," jelas Mercy Randang yang dihubungi di Timika, Jumat.
Berdasarkan laporan Kepala Kampung Mware Benyamin Kaukayahe ke Kantor SAR Timika pada Kamis (10/2) diketahui bahwa pada Minggu (6/2), korban menggunakan perahu panjang (long boat) miliknya mengantar seorang penumpang dari PPI Pomako menuju sebuah kapal penangkap ikan yang berlabuh di perairan Muara Pomako.
Seusai mengantar penumpang tersebut, korban bersama perahu yang dikemudikannya hanyut terseret arus, dimana hal itu terlihat oleh warga Kampung Naja, dekat Muara Sungai Pomako.
Pihak keluarga korban bersama warga di sekitar Muara Sungai Pomako sudah berupaya melakukan pencarian baik di darat maupun dengan mengerahkan perahu menyusuri perairan Pomoko, namun usaha mereka sejauh ini belum membuahkan hasil. (Antara)
Berita Terkait
-
Kronologi Nadia Septiani Putri Hilang, Pamit Salim Dengan Ibu dan Belum Ditemukan
-
Hilang 4 Hari yang Lalu, Jajang Gatot Prasetia Ditemukan Tewas Tergantung di Atas Pohon
-
Mahasiswi UPI 10 Hari Hilang Kontak, Keluarga Hubungi Orang Pintar hingga Lakukan Pencarian ke Priangan Timur
-
6 Hari Hilang Dalam Hutan Kolaka Timur, Begini Kondisi Ketut Wijaya Saat Ditemukan Tim SAR
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT