Suara.com - Pada umumnya, para kuli bangunan mengangkut semen-semen dengan cara memanggulnya di pundak atau hanya dibawa menggunakan tangan.
Berbeda dengan kuli bangunan yang terlihat dalam unggahan akun Instagram @romansasopirtruck ini. Ia mengangkut semen menggunakan giginya.
"Kuli unjuk gigi," tulis keterangan akun Instagram @romansasopirtruck dikutip Suara.com, Kamis (3/3/2022).
Dalam video, para kuli bangunan itu tampaknya sedang menyelesaikan pembangunan. Sebuah truk berisi sejumlah semen datang ke lokasi untuk mengantarkan semen yang dibutuhkan.
Namun, ada satu hal yang begitu mencuri perhatian publik. Seorang kuli bangunan yang begitu kuat memperlihatkan aksinya mengangkut semen dengan giginya.
Saat sudah sampai di truk pengangkut semen, seorang kuli bangunan langsung menggigit satu sak semen.
Setelah mengigit semen itu, ia langsung mengangkut semen tersebut. Kuli bangunan tersebut tampak sangat kuat bahkan terlihat tidak kesulitan sama sekali.
Kuli bangunan tersebut terus berjalan sambil mengigit satu sak semen. Ia lalu masuk ke area proyek dengan terus menggigit semen yang diangkutnya.
Sampai di area proyek, kuli tersebut berjalan ke arah tumpukan semen lain yang sudah tersusun rapi.
Baca Juga: Mau Bajak Sawah, Petani Ini Malah Jungkir Balik Bareng Traktor
Ia kemudian meletakkan semen yang diangkutnya dengan gigi tadi ke tumpukan semen lain. Bahkan, ia juga meletakkan semen tersebut dengan gigi.
Setelah semen itu mendarat mulus di atas tumpukan lain, kuli bangunan itu lantas menertawakan aksinya sendiri.
Teman-temannya yang menyaksikan aksinya saat itu terlihat takjub saat ia berhasil mengangkut semen dengan gigi hingga meletakkannya ke tumpukan semen.
Sontak, momen itu mencuri perhatian warganet. Tak sedikit warganet yang takjub sekaligus khawatir karena kuli bangunan tersebut mengangkut satu sak semen dengan giginya.
"Hati-hati sobek karungnya suruh ganti pake gigi mau gak tu (emoji ngakak)," tulis salah seorang warganet di kolom komentar.
"Samson atau bukan itu," ujar salah satu warganet.
Berita Terkait
-
Gaji Sering Telat Bahkan Dibayar Rapel, Anak Sampai Trauma Bayar UKT Pinjam ke Tetangga
-
Merantau 3 Tahun di Jepang, Saat Pulang Nyamar Jadi Pembeli untuk Kasih Kejutan ke Sang Ibu, Videonya Bikin Mewek
-
Resmi Menikah, Pria ini Malah Malu-Malu Kucing Bersalaman dengan Istri, Emak Auto Turun Tangan
-
Sudah Kenal Sejak 2019, Pria Ini Nangis Kejer Ngadu ke Emak Diputus Pacar: Aku Lo Serius
-
Sebut Suami Sebagai 'LEGO', Wanita ini Mengaku Membencinya Selama 16 Tahun Pernikahan, Namun Enggan Bercerai
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat