Suara.com - Empat pesawat tempur Rusia pada Rabu (2/3) menerobos wilayah Swedia di atas Laut Baltik, menurut Pasukan Bersenjata Swedia. Aksi itu pun langsung memicu kecaman dari Menteri Pertahanan Swedia Peter Hultqvist.
Dua pesawat tempur SU27 dan dua pesawat SU24 Rusia sesaat memasuki wilayah udara Swedia di timur pulau Gotland di Laut Baltik, demikian pernyataan Pasukan Bersenjata Swedia.
Pihaknya menambahkan bahwa pesawat Swedia JAS 39 Gripen diterjunkan untuk mendokumentasikan pelanggaran tersebut.
"Pelanggaran Rusia terhadap wilayah udara Swedia sama sekali tidak dapat diterima," kata Menhan Hultqvist kepada Kantor Berita TT sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Kamis (3/3/2022).
"(Kejadian) ini akan mengarah pada respons diplomatik tegas dari Swedia. Kedaulatan dan wilayah Swedia harus selalu dihormati."
Militer Swedia melaporkan bahwa situasi berhasil dikendalikan dan mengatakan insiden tersebut menunjukkan kesiapsiagaan yang tinggi.
"Melihat situasi saat ini, kami menganggap sangat serius peristiwa ini," kata Menhan di situs miliknya.
Otoritas Swedia pada Minggu mengatakan akan mengirim bantuan militer, termasuk 5.000 senjata anti-tank ke Ukraina, pertama kalinya sejak 1939 Swedia mengirim senjata ke sebuah negara yang sedang berperang.
Berita Terkait
-
Berbeda dengan Negara Lain, China Tidak Ikut Jatuhkan Sanksi Finansial Terhadap Rusia
-
Bakal Dijual Dampak Perang Rusia-Ukraina, Ini Deretan Prestasi Chelsea di Era Roman Abramovich
-
Sebut Konflik Rusia-Ukraina Perang Antar-Negara Adidaya, Anis Matta: Selamat Datang Tatanan Dunia Baru
-
Dianggap Bukan Solusi, China Tak Jatuhkan Sanksi Keuangan Pada Rusia
-
Stasiun Daya Kendaraan Listrik Rusia Diserang Hacker Pendukung Ukraina
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan