Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan memfasilitasi kebutuhan petani, mulai dari bibit, lahan, hingga riset untuk mengembangkan potensi kelompok tani (KT) di desa-desa dan berkolaborasi dengan BRIN. Hal itu disampaikan Ganjar saat berkunjung ke KT Bangkit Merbabu di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Ganjar mengatakan, KT Bangkit Merbabu sudah memiliki hasil pertanian yang cukup baik, dengan pemasukan minimal Rp3 juta perbulan.
"Jadi bagaimana kelompok tani dan Gapoktan bisa berkembang dengan modernitasnya. Itu segaris lurus tanah di sana bisa bisa dapat sebulan minimal Rp3 juta," kata Ganjar, Jumat (13/5/2022).
Ganjar mendorong Badan Riset dan Inovasi Daerah atau BRIDA Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan BRIN dan kampus-kampus untuk memberi pendampingan kepada para petani.
"Diproduksi hulunya, tapi dihilirnya juga. Jadi manajemen, pengelolaan dan marketingnya dibentuk divisi-divisi. Kalau sudah bagus ditiru untuk mengembangkan kapasitas yang lain. Sehingga pendapatan desa naik, produknya unggul, masyarakat menikmati sayur kualitas tinggi," ujar Ganjar.
Selain itu, Ganjar juga mendorong KT di daerah lain untuk saling berembug untuk bertukar pengalaman, bibit hingga hasil tani di masing-masing daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu