Suara.com - Kekinian publik dihebohkan dengan adanya fenomena remaja yang melakukan aksi adang truk. Aksi berbahaya ini bahkan telah kerap kali menimbulkan korban tertabrak. Kobannya pun ada yang masih selamat hingga ada yang langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kali ini, tersebar video yang merekam aksi seorang pria yang mengadang truk yang sedang melaju di jalan. Pria tersebut diduga sampai sempat terlindas ban truk.
Video yang merekam detik-detik kejadian tersebut diunggah oleh akun Instagram @kabarnegri pada Minggu (17/07/22).
Menurut keterangan yang ditulis pengunggah video. Aksi pria tersebut dilakukan di jalan wilayah Cariu, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
"Bukan untuk ditiru, Cariu, Cibinong," keterangan pengunggah video.
Pada awal video yang beredar, tampak seorang pria yang berdiri di pinggir jalan.
Setelah beberapa saat, pria tersebut berjalan dengan pelan ke arah tengah jalan.
Pria yang mengenakan pakaian berwarna gelap ini hendak mengadang sebuah truk yang melaju di jalan tersebut.
Tampak dalam video, truk berwarna oranye tersebut melaju dengan kecepatan rendah.
Baca Juga: Kampung Inggris di Jalan Cikoko Mulai Aktif Lagi
Sopir truk tampak tidak mengerem kendaraannya saat melihat ada seorang pria yang menghalangi jalannya.
Saat diseruduk truk, pria tersebut sempat berjalan mundur dan akhirnya terjatuh . Pria tersebut diduga sampai terkena lindasan ban truk.
Tampak beberapa kendaraan lain yang sedang melintasi jalan tersebut.
Video ini pun ramai oleh puluhan komentar dari warganet. Warganet mengungkapkan rasa ibanya kepada sopir truk.
"Gue kasihan sama sopirnya, nanti yang disalahin sopirnya," kata warganet.
"Kasihan sopirnya karena pasti mobil yang disalahkan," ungkap warganet.
"Kasihan sopirnya. Capek di jalan, gaji nggak seberapa, kalau sampai harus tanggung jawab ataupun masuk penjara gara-gara sampah macam begini. Semoga ada undang-undang untuk melindungi sopir atau pengendara dari sampah macam begini," terang warganet.
Hingga saat ini, video unggahan ini telah ditonton sebanyak 15,9 ribu kali.
Berita Terkait
-
Bikin Repot Warga Soal Dokumen Kependudukan, Pemprov DKI Diminta Tanggung Konsekuensi Ubah Nama Jalan
-
Potret Jalan Aspal Bikin Ketar-ketir Pemobil ketika Melintas, Tiang Listrik Berdiri Tegap di Tengah
-
Bendung Kepopuleran TikTok dan Instagram, Google Maps Tawarkan Fitur AR dan 3D
-
TikTok dan Instagram Lebih Populer di Kalangan Muda, Google Terancam
-
Viral, Beredar CCTV Terduga Pelaku Begal Bawa Senjata Tajam Ambil Paksa Handphone Warga di Jalan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?