- Binawan Group menyelenggarakan media gathering bertajuk kolaborasi SDM di Jakarta Pusat pada 17 September 2026.
- Mantan diaspora Slamet Priyono menyatakan pengalaman global penting untuk dibawa pulang guna berkontribusi di Indonesia.
- CEO Binawan Group Said Alwaini menekankan tantangan kualitas SDM harus diselesaikan melalui kolaborasi lintas sektor.
Suara.com - Punya keterampilan saja belum tentu cukup untuk membuat seseorang mampu bersaing di dunia kerja yang semakin terbuka. Bagi talenta Indonesia, kesempatan untuk belajar, mendapatkan pengalaman, membangun jaringan, hingga bekerja di lingkungan global juga menjadi bagian penting dalam perjalanan mengembangkan diri.
Pengalaman bekerja atau belajar di luar negeri, misalnya, dapat membuka perspektif baru tentang cara kerja, budaya, teknologi, hingga peluang yang mungkin belum banyak ditemui di dalam negeri.
Namun, pengalaman tersebut baru akan memberikan dampak yang lebih luas ketika ada ruang bagi seseorang untuk membawa kembali pengetahuan dan pengalamannya ke Indonesia.
Hal inilah yang menjadi salah satu pembahasan dalam media gathering bertajuk “The Power of Collaboration: How Ecosystems Are Shaping Indonesia’s Future” yang digelar Binawan Group di Al Jazeerah Signature Restaurant & Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, pada 17 September 2026.
Forum tersebut mempertemukan dunia usaha, pemerintah, media, dan diaspora Indonesia untuk membicarakan satu hal yang semakin penting dalam pengembangan sumber daya manusia: kolaborasi.
Pengalaman Global sebagai Modal
Slamet Priyono, mantan diaspora Indonesia di Korea Selatan, membagikan pengalamannya berada di lingkungan global. Menurutnya, kesempatan untuk belajar dan bekerja di luar negeri tidak hanya memberikan pengalaman profesional, tetapi juga memperluas cara pandang.
“Pengalaman berada di luar negeri membuka perspektif bahwa kesempatan dan kemampuan harus berjalan beriringan. Kesempatan untuk belajar, bekerja, dan berkembang di lingkungan global dapat menjadi bekal yang sangat berarti ketika dibawa kembali untuk memberikan kontribusi di Indonesia,” ujar Slamet.
Menurutnya, semakin banyak akses yang terbuka bagi talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman internasional, semakin banyak pula pengetahuan yang berpotensi dibawa pulang dan dikembangkan di dalam negeri.
Persoalannya, akses tersebut tidak selalu datang dengan sendirinya. Pendidikan, pelatihan, dunia industri, pemerintah, hingga jaringan profesional memiliki peran masing-masing dalam membuka jalan bagi seseorang untuk berkembang.
Pendidikan dan Dunia Kerja Tak Berjalan Sendiri
CEO Binawan Group Said Alwaini mengatakan tantangan pengembangan sumber daya manusia tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak.
Pendidikan memang menjadi tempat seseorang membangun dasar pengetahuan. Namun, setelah itu masih ada kebutuhan untuk memperoleh keterampilan, pengalaman kerja, akses terhadap industri, hingga kesempatan untuk mengembangkan kompetensi di lingkungan yang lebih luas.
“Masa depan adalah milik ekosistem yang mampu berkolaborasi. Tantangan Indonesia hari ini, mulai dari kesiapan SDM hingga daya saing di tingkat global, tidak dapat dijawab oleh satu pihak saja,” ujar Said.
Menurut dia, keterhubungan antara pendidikan, pelatihan, industri, dan pemerintah dapat membantu menciptakan jalur yang lebih kuat bagi talenta Indonesia untuk berkembang.