News / Metropolitan
Senin, 08 Agustus 2022 | 13:20 WIB
Ilustrasi penganiayaan (Shutterstock).

Suara.com - Seorang santri berinisial BD (15) meninggal dunia pada Minggu (7/8/2022) diduga akibat dianiaya oleh teman sesama santri di Pondok Pesantren Dasar El Qolam di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kapolsek Cisoka AKP Nur Rokhman mengatakan bahwa RSUD Balaraja meneruma korban meninggal dunia yang saat itu diantar pengsuh pondok dan guru.

"Jadi berdasarkan informasi yang kami terima sore kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB bahwa pihak RSUD Balaraja, menerima korban meninggal dunia diantar oleh guru dan pengasuh pondok," ungkapnya pada Senin (8/8/2022).

Informasi yang diterima pihak kepolisian didapatkan dari laporan pihak rumah sakit setempat terkait ada seorang santri yang meninggal diantar oleh pengasuh Ponpes Dasar El Qolam.

Usai mendapatkan informasi tersebut, pihak kepolisian lalu mendatangi RSUD Balaraja, tempat santri yang meninggal dunia tersebut dibawa.

"Lalu polisi mendatangi RSUD Balaraja, dan melakukan penyelidikan," katanya.

Hasil penyelidikan awal yang diperoleh dari keterangan guru Ponpes menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat perkelahian sesama santri..

"Berdasarkan keterangan guru dan pengasuh yang mengantar, korban meninggal diduga karena berkelahi sesama santri," ujarnya.

Pada sekitar pukul 13.30 WIB, salah seorang teman satu kamarnya melapor kepada pengasuh ponpes bahwa korban yang merupakan santri asal Tanjung Burung, Teluknaga itu tidak sadarkan diri. Korban lalu dibawa ke salah satu klinik terdekat.

Baca Juga: Satu Santri di Tangerang Berusia 15 Tahun Meninggal Dunia, Diduga Dianiaya Sesama Santri

"Kemudian oleh saksi IS, mengecek ke kamar santri dan setelah di cek benar anak BD sudah tidak sadarkan diri, dan dibawa langsung oleh pengasuhnya ke klinik Gita Farma," tuturnya.

Setelah di periksa di klinik tersebut, dinyatakan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan oleh pengasuh Ponpes di bawa ke RSUD Balaraja untuk memastikan lebih jelas kondisi korban.

"Pengasuh Ponpes langsung membawa korban ke RSUD Balaraja," ungkapnya.

Ia juga mengaku, untuk saat ini pihaknya masih mendalami keterangan saksi - saksi dan hasil pemeriksaan medis terhadap tewasnya santri Pondok Pesantren modern Dasar El Qolam, Tangerang tersebut.

"Kami sudah menghimpun satu saksi, dan kita sudah mendapat saksi enam orang," kata dia. [ANTARA]

Load More