Selain itu, terdapat korban yang merupakan pengendara lain serta pedagang makanan yang mangkal di depan sekolah itu.
2. Melibatkan Truk dan Kendaraan Besar
Kecelakaan tersebut melibatkan truk tronton yang menabrak sejumlah kendaraan besar, motor, mobil, dan tiang listrik. Truk itu juga menabrak sebuah halte hingga roboh yang kemudian menimpa mobil lain di jalan.
Kecelakaan berawal saat truk trailer bermuatan besi melintas dari arah Kranji ke Cakung, Jakarta Timur. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), truk trailer itu berjalan oleng ke arah kiri hingga menghantam kendaraan roda dua, gerobak pedagang, dan halte bus di depan sekolah.
3. Truk Melaju dengan Kecepatan Tinggi
Berdasarkan pantauan Suara Bekaci, truk terlihat melaju dengan kecepatan tinggi. Hal itu dapat diketahui dari bekas pengereman truk di jalan.
Selain itu, pada bagian persneling truk trailer bermuatan besi tersebut ditemukan masih dalam posisi gigi tiga sehingga diasumsikan kecepatannya sekitar 60 kilometer per jam.
"Penyebab pasti kecelakaan sedang kami lakukan penyelidikan karena juga kalau rem blong jalan cukup datar, kalau perkiraan kami kecepatan," ucap Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Latif Usman.
4. Ada Korban Jiwa
Asnawi, seorang Ketua RT 1 sempat mengevakuasi para korban setelah menjemput anaknya dari sekolah. Sekitar 10 menit kemudian, ia mendengar adanya kecelakaan. Asnawi pun kembali ke sekolah dan mengevakuasi para korban. Ia melihat ada seorang ibu yang tewas. "Ibu-ibu satu, meninggal udah," jelasnya.
Selain itu, Asnawi juga menemukan terdapat satu orang anak sekolah yang meninggal dunia. "Anak sekolah satu kegencet," jelas Asnawi. Korban lain yang meninggal dunia yakni warga sekitar yang merupakan seorang pedagang bakso yang biasa berjualan di sekitar SD tersebut.
5. Terjadi di Depan SDN Kota Baru II dan III
Kecelakaan truk tronton tersebut terjadi di depan SDN Kota Baru II dan III Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat, Bekasi. Di samping SD tersebut terlihat ada tiang listrik dan halte yang juga tertabrak.
6. Korban kebanyakan siswa SD
Sebanyak tujuh dari total 10 korban meninggal dunia berstatus pelajar sekolah dasar.
"Mayoritas korban kecelakaan maut truk oleng di Jalan Sultan Agung Bekasi merupakan anak sekolah dasar, tujuh di antaranya meninggal dunia," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman di Bekasi, Rabu.
Dia menjelaskan mayoritas korban itu merupakan siswa SD Negeri Kota Baru II dan II yang berada tepat di lokasi kecelakaan. Pelajar tersebut sedang melakukan aktivitas sekolah.
"Ada yang sedang jam istirahat dan pulang. Anak sekolah ada 20 orang lebih yang menjadi korban dan meninggal tadi anak sekolahnya ada tujuh orang," katanya.
Demikian 6 fakta terkait kecelakaan maut di depan SD Bekasi. Para korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Diketahui pula bahwa kecelakaan tersebut menyebabkan kemacetan panjang hingga di stadion Patriot Bekasi.
Berita Terkait
-
Siswa Selamat Dari Insiden Laka Maut di Kota Bekasi Harus Diberikan Pemulihan Psikologi, KPAI Bilang Begini
-
Desak Penabrak Tanggung Jawab, KPAI Sebut Siswa SD Selamat Kecelakaan Maut di Bekasi Harus Dapat Rehabilitasi
-
Daftar 33 Korban Kecelakaan Truk Maut di Bekasi, Berikut Nama dan Tempat Rumah Sakit
-
Masih Trauma, Sopir Truk Maut Tewaskan 10 Orang Di Bekasi Belum Diperiksa Polisi
-
Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Beri Pesan Menyentuh Saat Bertakziah ke Rumah Keluarga Korban Kecelakaan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya
-
BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid
-
BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit
-
Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar
-
Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG
-
Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis