Suara.com - Sebuah kapal yang mengangkut puluhan penumpang di wilayah utara Brazil tenggelam pada Kamis (8/9) dan menyebabkan sedikitnya 11 orang tewas dan beberapa masih belum ditemukan.
Angkatan Laut (AL) Brazil mengatakan kapal cepat itu berangkat dari pulau Marajo di negara bagian Para utara dan menuju Belem, ibu kota negara bagian itu.
Sementara itu, sekretaris keamanan publik dan pertahanan sosial negara bagian itu mengonfirmasi bahwa bahwa 63 orang telah diselamatkan dan 11 mayat telah ditemukan. Namun, pencarian masih dilanjutkan untuk menemukan penumpang lainnya yang diyakini berada di atas perahu.
Petugas pemadam kebakaran negara bagian dan AL negara itu sebelumnya mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa 14 orang telah dilaporkan tewas.
Unit pemadam kebakaran negara bagian itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kapal itu tidak memiliki izin untuk mengangkut penumpang di jalur air antarkota dan memulai perjalanan dari pelabuhan tidak resmi.
Polisi disebut telah memulai penyelidikan atas kecelakaan itu.
"Polisi mengambil semua tindakan yang tepat, yang menjadi wewenangnya, untuk menyelidiki dan secara pidana meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan,” ungkap unit pemadam kebakaran negara bagian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT