Suara.com - Heru Budi Hartono ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta menggantikan posisi Anies Baswedan.
Jokowi menyebutkan dipilihnya Kepala Sekretariat Presiden RI itu sebagai PJ Gubernur Jakarta karena mengetahui betul bagaimana rekam jejak pekerjaan Heru.
Heru sendiri memang bukan orang baru di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, dia pernah menjabat berbagai posisi strategis.
Menanggapi pemilihan Heru, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menyebutkan bahwa ada target Presiden Jokowi tersendiri pada Jakarta.
"Saya kira ada dua pertama tentu apa yang menajadi target Pak Jokowi sendiri terhadap DKI Jakarta, dan target itu akan dihubungkan pada orang paling dekat dengan Jokowi," ujar Ray dalam perbincangan yang tayang di YouTube CNN.
"Yang jadi pertanyaan kita tentu, kira-kira apa yang dibayangkan Presiden Jokowi pada Jakarta?" tambahnya.
Lebih lanjut Ray meyebutkan bahwa target tersebutlah yang membuat Jokowi memilih Heru Budi Hartono di mana dekat dan sudah dikenal olehnya. Kehadiran Heru sendiri menurut Ray bisa membawa angin segar ke pemerintah pusat.
"Kita tidak tahu, tapi kalau mau membawa angin segar ke pemerintahan pusat ya bisa kita katakan ya positif, tapi apakah akan memabwa angin segar ke Jakarta ya kita tak tahu," ungkap Ray.
Kendati demikian Ray menyebutkan bahwa seorang Pj Gubernur tak bisa membuat program baru hanya bisa meneruskan dan mengoreksi kebijakan Gubernur sebelumnya.
"Terbatas [kewenangannya] selama itu elemen teknis bisa dilakukan oleh Pak Heru, tapi untuk membuat keputusan baru enggak bisa."
Profil Heru Budi Hartono
Heru Budi Hartono lahir di Medan, 13 Desember 1965. Ia membangun bahtera rumah tangga dengan Mirdiyanti, pernah menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jakarta Utara pada tahun 2014.
Istri Heru Budi Hartono dilantik menjadi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Administrasi jakarta Utara menggantikan Ketua Dharma Wanita Persatuan sebelumnya, yakni Naniek Bambang Sugiyono.
Riwayat Pendidikan Heru Budi Hartono
Heru Budi Hartono memiliki latar belakang pendidikan sebagai berikut:
- lulus dari SMP PSKD I Jakarta Pusat (1997-1981)
- S1 dan S2 di Universitas Krisna Dwipayana di Jakarta.
Ia juga menempuh pendidikan non gelar sebagai berikut:
- Manajemen Proyek (Diklat Provinsi DKI Jakarta) (2000)
- Kursus Keuangan Daerah (KKD) (FE-UI) (LPEM – UI) (1999)
- Manajemen Perencanaan Pembangunan (FE-UI) (LPEM – UI) (1998)
- ADUM (Diklat Provinsi DKI Jakarta) (1995)
- Brevet A Pajak (Yayasan Artha Bhakti) (1990)
- Perjalanan Karier Heru Budi Hartono
Perjalanan Karir
Sosok yang sempat menjadi Kasetpres ini memiliki perjalanan karir sebagai berikut:
- Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (Kabiro KDH dan KLN)
- Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara
- Wali Kota Jakarta Utara selama Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta
- Kepala Badan Pengelola Keuatanan Aset Daerah (BPKAD) pada masa Basuki Tjahata Purnama mnejadi Gubernur
- Calon wakil gubernur pendamping Basuki Tjahaja Purnama pada masa pemilihan Gubernur tahun 2017
- Staf Khusus Wali kota Jakarta Utara (1993)
- Staf Bagian Penyusunan Program Kota Jakarta Utara (1995)
- Kasubag Pengendalian Pelaporan Kota Jakarta Utara (1999)
- Kepala Sekretariat Presiden RI (2017)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang