Suara.com - Tim pencarian dan penyelamatan atau SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki berkebangsaan Amerika Serikat di Gunung Agung, Karangasem, Bali, tepatnya pada ketinggian 2.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kepala Basarnas Bali Gede Darmada menyampaikan seluruh rangkaian evakuasi rampung, Sabtu (19/11/2022) dan jenazah telah dibawa ke Puskesmas Rendang menggunakan ambulans dari RSUD Kabupaten Karangasem.
Korban diketahui berinisial K (51) mendaki Gunung Agung bersama rombongannya, Jumat (18/11). Ia memulai perjalanan menuju puncak Gunung Agung dari Pos Pendakian Pengubengan Besakih, Kamis (17/11) pukul 23.00 WITA.
Namun, K terpeleset dan cedera di bagian kepala, kaki, dan pinggang.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima informasi tersebut pada Jumat pagi tepatnya pukul 09.25 WITA. Basarnas Bali pun mengerahkan tujuh personel dari Pos SAR Karangasem untuk menyelamatkan korban Korban, menurut penjelasan Basarnas Bali dari siaran tertulisnya yang diterima di Denpasar, sempat mendapat perawatan awal dari salah satu anggota tim pendakian yang merupakan tenaga medis. Namun, nyawa K tidak tertolong karena cederanya fatal.
“Pukul 12.30 WITA kami dapat informasi korban sudah ditandu dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan beberapa jam kemudian, tim di lapangan melaporkan bahwa korban sudah meninggal dunia,” kata Gede Darmada.
Ia menambahkan korban tewas sekitar pukul 14.00 WITA.
Proses pencarian berlangsung sejak Jumat pagi tepatnya pukul 10.50 WITA. Tim SAR (SRU) 1, yang merupakan para pemandu lokal, bergerak lebih awal menuju lokasi, kemudian disusul oleh Tim SRU 2 dan Tim SRU 3.
Jenazah korban berhasil dibawa turun secara bertahap, yaitu pada ketinggian 2.350 mdpl, kemudian sampai di Pos Pendakian Pengubengan.
Baca Juga: Evakuasi Korban Tanah Longsor di Gowa Sulsel, 6 Orang Ditemukan Meninggal
Tim SAR tiba di kaki Gunung Agung, tepatnya di tempat ambulans parkir, pada Sabtu dini hari.
Gede Darmada menjelaskan rangkaian pencarian dan evakuasi melibatkan pasukan Basarnas Bali, termasuk Pos SAR Karangasem, Polsek Rendang, Bhabinkamtibmas Desa Besakih, Babinsa Desa Besakih, BPBD Karangasem, Koramil Rendang, RSUD Karangasem, Puskesmas Rendang, PMI Karangasem, Pemandu Gunung Agung Basecamp, rombongan yang turut mendaki bersama korban, dan masyarakat di sekitar Gunung Agung. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Pranowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'
-
Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik
-
Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?
-
3 Rekomendasi Rice Cooker Low Sugar, Ada Klaim Kurangi Gula hingga 55%
-
Prabowo Datang ke Titik Karhutla Kubu Raya, Minta Pemadaman Dipercepat
-
40 Ribu Penumpang Terlayani, Penerbangan Samarinda Tetap Stabil di Tengah Karhutla