Suara.com - Zakat Fitrah adalah perkara wajib bagi umat Islam, termasuk untuk anak-anak. Akan tetapi, meskipun ini mudah dilakukan sering ada satu dan lain hal yang membuat pelaksanaannya membingungkan. Misalnya saja bagaimana zakat fitrah untuk anak yang orang tuanya cerai?
Mungkin Anda dalam situasi ini, sudah bercerai dan sebagai seorang ibu tunggal yang membesarkan seorang anak. Anda kemudian bertanya-tanya siapa yang bertanggung jawab pada zakat fitrah anak Anda.
Hal ini memang bisa menjadi masalah di antara orang tua jika tidak memiliki pemahaman kuat terhadap agama dan tanggung jawab. Agama Islam sudah menjelaskan dengan terperinci mengenai siapa yang bertanggung jawab menanggung pembayaran zakat fitrah untuk anaknya jika mereka bercerai.
Jawaban mengenai permasalahan ini dapat dikutip dari kalteng.kemenag.go.id. Dalam laman tersebut tertulis tanggung jawab zakat fitrah untuk anak yang orang tuanya cerai ada pada ayah mereka, sekalipun si anak berada pada asuhan ibunya.
Jika ia sudah baligh, maka ia punya tanggung jawab untuk membayar zakat fitrahnya sendiri, itu pun jika ia memiliki harta yang cukup untuk melaksanakan zakat fitrah. Jika belum, sang ayah memiliki tanggung jawab untuk membantunya.
Kemudian, jika si anak belum baligh, maka sang ayah memiliki tanggung jawab untuk membayarkan zakat fitrah untuk anak, sekalipun sudah bercerai dengan ibunya.
Dalil mengenai aturan zakat fitrah untuk anak yang orangtuanya cerai ini disebutkan oleh An Nawawi, rahimahullah berkata, “Jika seorang anak tidak mempunyai harta, maka zakat fitrahnya dibayarkan oleh ayahnya, ayahnya wajib membayarkannya sesuai dengan ijma’ para ulama, diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dan lainnya, namun jika seorang anak mempunyai harta, maka zakat fitrahnya diambilkan dari hartanya, demikian pendapat Abu Hanifah, Ahmad, Ishak dan Abu Tsaur”. (Al Majmu’: 6/108)
An-Nawawi rahimahullah juga berkata, “Jika seorang anak itu kaya maka nafkah dan zakat fitrahnya diambilkan dari hartanya tidak berasal dari ayah atau kakeknya, demikian pendapat Abu Hanifah, Muhammad, Ahmad dan Ishak. Ibnul Mundzir meriwayatkan dari sebagian ulama: “Bahwa pembiayaannya berasal dari ayahnya, dan jika dibayarkan dari uang anaknya maka bapaknya dianggap bersalah dan harus menggantinya”.
Berdasarkan pada penjelasan di atas maka, sudah jelas bahwa kewajiban zakat fitrah anak-anak yang belum baligh dan orang tuanya bercerai menjadi tanggung jawab ayah mereka.
Demikian penjelasan zakat fitrah untuk anak yang orang tuanya bercerai. Semoga bermanfaat dan cukup jelas untuk dipahami.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Perbedaan ASICS Novablast 6 vs Novablast 5: Apakah Perlu Upgrade?
-
Pertamax Cuma Turun Rp300 Per-Liter, Pengendara Mengeluh: Kurang Berasa, Kemarin Naiknya Gede
-
Bau Anyir Putusan MK soal MBG, Diduga Ulur Waktu agar SPPG Balik Modal
-
Iran Klaim Tidak Ada Mediator Baru Dalam Perundingan Damai dengan AS, Tetap Pakistan
-
Psywar Media Vietnam: Timnas Indonesia yang Suka Main Kasar Bukan Kami
-
Geledah Jakarta Sampai Pemalang, KPK Sita Mobil-Motor Mewah Hingga Emas
-
Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Gresik, Gus Ipul Pantau Program Taruna Bhakti Nusantara
-
GEMPAR di Pasar Ngijon, Strategi Sleman Wujudkan Pasar Nyaman dan Ekonomi Berdaya