Suara.com - Beredar kabar yang mengklaim bahwa Presiden Joko Widodo menonaktifkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena banyak kecurangan besar.
Narasi tersebut diunggah oleh akun YouTube dengan nama pengguna RUANG INDONESIA. Akun ini mengunggah video dengan thumbnail yang menampilkan Presiden Jokowi di hadapan para awak media.
Akun ini menyertakan narasi seolah-olah Jokowi menonaktifkan KPK karena kecurangan besar hingga mengakibatkan bernasib buruk.
Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut.
"JOKOWO NON AKTIFKAN KPK HARI INI"
"KECURANGAN BESAR BIKIN KPK BERNASIB BURUK HINGGA BEGINI"
Lantas, benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, klaim yang menyebutkan Jokowi menonaktifkan KPK itu tidak benar.
Baca Juga: CEK FAKTA: Amanda Manopo Beri Ultimatum Arya Saloka: Pilih Salah Satu
Faktanya, tidak ada informasi valid yang menyatakan bahwa Jokowi menonaktifkan lembaga antirasuah tersebut.
Setelah ditelusuri, video tersebut merupakan hasil editan dan berisi potongan video membahas tentang Ketua KPK Firli Bahuri dan mantan Direktur Penyelidikan Brigjen Endar Priantoro.
Salah satunya video wawancara Brigjen Endar Priantoro usai melaporkan Ketua KPK dan Sekjen KPK ke Dewas terkait dengan penerbitam surat keputusan pemberhentian Brigjen Endar sebagai Direktur Penyelidikan.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, maka klaim yang menyebutkan Jokowi menonaktifkan KPK adalah hoaks.
Narasi tersebut masuk dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Amanda Manopo Beri Ultimatum Arya Saloka: Pilih Salah Satu
-
CEK FAKTA Benarkan Vitamin K Tidak Aman Bagi Bayi?
-
BREAKING NEWS! Gus Nur Divonis 6 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu Presiden Jokowi
-
CEK FAKTA: Ternyata Ari Wibowo Punya Anak dari Lulu Tobing
-
Uang Hasil Korupsi Wali Kota Bandung Dipakai Keluarga Buat Plesiran ke Thailand
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?