Suara.com - Pengemudi mobil MPV Nissan Serena menabrak pejalan kaki, tiga lapak pedagang kurma, dan satu Toyota Fortuner di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam video yang beredar di media sosial terlihat pelaku mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Video terkait peritiwa ini salah satunya diunggah oleh akun Instagram @lensa_berita_jakarta. Akun tersebut menjelaskan kecelakaan terjadi pada Rabu (19/4/2023) sekitar pukul 13.02 WIB.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Purwanta mengungkap penyebab daripada kecelakaan ini diduga karena pengemudi Serena atas nama Dapot Parulian Hutagaol (63) lalai alias kurang konsentrasi saat mengemudi.
"Karena lalai dan kurang hati-hati pada saat mengemudikan kendaraan secara tidak wajar atau kurangnya konsentrasi," kata Purwanta kepada wartawan, Rabu (19/4/2023).
Akibat peristiwa ini, pejalan kaki atas nama Amallia mengalami luka berat. Perempuan berusia 26 tahun tersebut hingga kekinian masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tanah Abang.
"Mengalami luka pada bagian kaki dan kepala dibawa ke RSUD Tanah Abang," ungkapnya.
Selain Amallia, tiga lapak pedagang kurma dan mobil Fortuner yang tengah parkir di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah.
Menurut penuturan Purwanta, peristiwa kecelakaan ini bermula ketika Serena yang dikemudikan Dapot melaju dari arah Selatan menuju Utara.
Kemudian setibanya di lokasi menabrak pejalan kaki dan terus melaju hingga menyeruduk tiga lapak pedagang dan mobil Fortuner.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Layang MBZ, Satu Mobil dalam Posisi Terbalik
"Menabrak seorang perempuan pejalan kaki bernama Amallia yang sedang berjalan searah kemudian Serena yang dikemudikan Dapot tetep melaju lurus menabrak lagi tiga lapak penjual kurma dan Fortuner yang sedang parkir dipinggir jalan tersebut," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas