Suara.com - Usai pulang kampung menggelar open house lebaran di Purbalingga, Kutoarjo dan Tawangmangu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hari ini kembali ke Semarang. Ganjar mengatakan, dirinya besok harus kembali bekerja menyiapkan arus balik lebaran.
"Iya ini liburan terakhir, ini mau pulang ke Semarang. Besok kan harus kembali kerja menyiapkan arus balik lebaran. Semua harus standby," kata Ganjar, Selasa, (25/4/2023).
Beberapa persiapan lanjut Ganjar sudah dilakukan sejak persiapan arus mudik lalu. Selain itu, ia pun terus memantau arus balik yang sudah terjadi dalam dua hari ini. Ganjar menghimbau pada semua masyarakat yang akan balik ke tempat kerja masing-masing untuk tetap hati-hati.
"Ya tetap hati-hati di jalan, ikuti aturan manajemen lalu lintas ya, biar lancar dan aman. Yang sudah ikut jadwal arus balik gratis, manfaatkan dengan baik," ucapnya.
Seperti diketahui, pada lebaran tahun ini Pemprov Jateng menyediakan program mudik gratis. Ratusan bus, kereta api, kapal laut disiapkan untuk mengangkut pemudik dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat dan Jabodetabek kembali ke Jawa Tengah.
Sementara untuk arus balik, Pemprov Jateng juga melakukan hal yang sama. Arus balik gratis disiapkan Pemprov Jateng untuk masyarakat kembali ke tempat kerja masing-masing pada 29 April nanti.
Program arus balik gratis yang dibuat Pemprov Jateng ini diapresiasi oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Menurutnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sangat cerdas memilih tanggal 29 April untuk arus balik gratis.
"Saya mengapresiasi pak Gubernur Ganjar, tadi informasi dari Dishub bahwa ada arus balik gratis. Ada bus dan kereta api. Tanggalnya pun cerdas, yakni tanggal 29," kata Budi Karya saat mengecek persiapan arus balik di Semarang, beberapa hari lalu.
Menurut Budi, pemilihan tanggal 29 April itu sesuai dengan arahan pemerintah untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalan.
Baca Juga: Arus Balik, Penumpang di Stasiun Malang Sampai Sekarang Masih Tinggi
"Karena tanggal itu menghindari puncak arus balik. Jadi, mudiklah pada tanggal 26,27 dan 28. Pak Ganjar kasih tanggal 29. Jadi saya apresiasi pak gubernur," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pengamat: Pilpres 2024 Kalau Cuma 2 Calon Ganjar dan Prabowo, Pemilu-pemiluan
-
Arus Balik, 2.000-an Pemudik Diprediksi Tiba di Terminal Kalideres Hari Ini
-
Ratusan Warga Memanfaatkan Arus Balik Gratis ke Jakarta yang Digelar Pemkab Ponorogo
-
Tak Semua Dukung Ganjar Pranowo, Senior PPP Dukung Capres Anies Baswedan
-
CEK FAKTA: Ganjar Pranowo - Mahfud MD Maju di Pilpres 2024, Keputusan Final Megawati!
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza