Suara.com - Penceramah Habib Bahar Bin Smith dikabarkan ditembak oleh orang tidak dikenal, di Kawasan Bogor, Jawa barat pada Jumat (12/5/2023). Kabar mengenai tertembaknya Habib Bahar Smith dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo.
Menurut dia, berdasarkan laporan yang masuk, penembakan itu terjadi di sekitar Pusdiklat Dishub, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dalam peristiwa itu tidak ada saksi mata dan hingga kini kepolisian masih menyelidiki peristiwa dugaan penembakan tersebut.
Sementara itu, pengacara Bahar Bin Smith Ichwan Tuankotta mengatakan, kliennya kini dalam kondisi sehat usai penembakan pada Jumat malam lalu.
Di balik peristiwa penembakan itu, Bahar Smith memang dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Ia diketahui telah beberapa kali keluar masuk penjara karen beberapa kasus.
Apa saja kontroversi yang pernah ditorehkan olehnya? Simak ulasan berikut ini.
Pimpin aksi pembubaran tempat maksiat
Pada 2007, Bahar Smith mendirikan ormas majelis pembela rasuluklah di Kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Bersama kelompoknya itu, Bahar Smith kerap memimpin sejumlah aksi pembubaran tempat-tempat yang dinilai sebagai tempat maksiat.
Baca Juga: Benarkah Bahar bin Smith Jadi Korban Penembakan? Polisi Sebut Tak Ada Proyektil Peluru di TKP
Salah satu aksi sweeping yang dilakukan Bahar Smith dengan ratusan pengikutnya adalah pada Ramadan 2012, di mana ketika itu ia men-sweeping kafe De Most di Kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.
Dalam menjalankan aksinya, massa pendukung Bahar Smith melengkapi dirinya sejumlah senjata tajam yang dibuat khusus.
Aniaya dua remaja
Masih pada 2018, tepatnya 1 Desember 2018, Bahar Smith disebut telah melakukan penganiayaan terhadap dua remaja di sebuah pesantren di Kawasan Kemang, Bogor.
Penganiayaan itu tidak ia lakukan sendiri, melainkan dengan dua orang lainnya. Akibat perbuatannya, Bahar Smith divonis hukuman 3 tahun penjara pada 9 Juli 2019.
Gelar kegiatan saat PSBB
Berita Terkait
-
Benarkah Bahar bin Smith Jadi Korban Penembakan? Polisi Sebut Tak Ada Proyektil Peluru di TKP
-
Polisi Sebut Tak Temukan Bercak Darah di TKP Habib Bahar Ngaku Ditembak
-
Habib Bahar Bin Smith Ditembak Orang Misterius
-
Ini Sederet Kontroversi Habib Bahar Smith Sebelum Ditembak OTK di Bogor
-
Pengakuan Habib Bahar, Ditembak Saat Lagi Jajal Jeep yang Baru Diperbaiki Muridnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT