Suara.com - Pola pengasuhan orang tua memang berbeda-beda. Namun yang dilakukan ibu di unggahan akun Twitter @tanyakanrl berikut ini sukses membuat warganet geleng-geleng kepala.
Postingan tersebut memperlihatkan tangkapan layar unggahan TikTok dari seorang ibu-ibu yang curhat karena anaknya belum bisa makan nasi dan harus dihaluskan seperti bubur. Padahal sang anak sudah berusia 14 bulan alias lebih dari 1 tahun.
"Ada yang sama buibu? Bayi 14 bulan mamanya (makannya) masih bubur sehalus ini? Dia emang mau makan nasi utuh tapi cuma bisa dikit doang, kalau dibubur bisa mamam banyak," begitulah curahan hati sang ibu, dikutip pada Selasa (8/8/2023).
Namun yang menjadi sorotan warganet adalah penampilan sang anak. Pasalnya rambut balita tersebut tampak sudah di-bleaching, salah satu prosedur untuk menghilangkan warna dan biasanya menjadi permulaan sebelum mengecat rambut.
Mirisnya, ibu tersebut malah bersikeras bahwa anaknya tidak apa-apa meski rambutnya di-bleaching karena produk yang digunakan telah sesuai standar BPOM.
"Bukannya konsul sama DSA / seenggaknya dokter gizi di Puskesmas, anak bisa-bisa stunting, gizi ga terpenuhi, ada yang komen rambut bleach mak nya malah bilang mana udah BPOM. Marah banget liat ginian," ungkap pengirim menfess.
Ibu itu bersikeras anaknya tidak masalah walau rambutnya di-bleaching, padahal biasanya produk kimia yang dipakai tergolong keras bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Malah dia membandingkan dengan anak tetangga yang konon rambutnya tidak di-bleaching tetapi juga sama-sama belum bisa makan nasi seperti anaknya.
"Anak tetangga juga gak di bleaching sama bund makan nya harus di bubur, lagian bayi aku gak telat kog bicara nya, karena Dia doyan ngunyah biskuit," terang ibu tersebut.
Warganet sendiri beramai-ramai mengkritik wanita tersebut lantaran dianggap sudah membahayakan anaknya.
Baca Juga: Dulu Main Mamah-mamahan, Perempuan Ini Legowo Ayah Nikahi Teman Kecilnya: Sahabatku Jadi Ibuku
"Bayii 14 bulan dibleach?? yaampun itu aja kalo stunting kadang jenis rambutnya masih setipis rambut jagung, ga kebayang seberapa panas kepala adeknya pas ibunya ngebleach rambut diaa, dek you deserve a whole world," komentar warganet.
"Gak tertolong," tutur warganet lain sambil menyertakan meme.
"Stress bangeet, orang dewasa aja rambut diwarnain banyak yang rusak apalagi bayii 14 bulan," imbuh warganet lain.
"Demi apa rambut anaknya di bleaching?? emaknya terlalu obsesi bikin anaknya jadi bule apa ya??!!" timpal yang lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Batal Total
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe