Suara.com - Viral di sosial media, gerai restoran cepat saji, McDonald’s menggunakan atribut Palestina sebagai dekorasi. Dekorasi yang terbuat dari balon tersebut menjadi sorotan warganet di Indonesia.
PT Rekso Nasional Food sebagai pemegang waralaba McDonald’s di Indonesia menjelaskan soal informasi yang beredar di media sosial mengenai dekorasi restoran McDonald’s dengan nuansa warna bendera Palestina. Mereka menyanggah informasi yang beredar di media sosial tersebut.
“Menegaskan bahwa restoran tersebut tidak berlokasi di Indonesia,” demikian pernyataan resmi PT Rekso Nasional Food yang diterima Suara.com melalui pesan WhatsApp, Senin (6/11/2023).
Rekso Nasional Food memahami di tengah kondisi dan situasi saat ini, banyak sekali informasi yang tersebar secara bebas dan sulit untuk dipastikan kebenarannya.
Ia meminta kepada masyarakat untuk melakukan cek fakta, memeriksa informasi secara cermat dan melakukan konfirmasi guna memastikan kebenarannya.
“Ini adalah tindakan yang sangat penting untuk memastikan keakuratan informasi, serta mencegah penyebaran informasi palsu,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, restoran cepat Saji McDonalds memasang dekorasi balon berkelir mirip bendera Palestina, merah, putih, hijau dan hitam.
Pemasangan dekorasi tersebut dipasang di tengah aksi boikot produk McDonalds lantaran mendukung Israel dalam peperangan Israel-Palestina, dengan memberikan makanan gratis kepada para tentara dan warga Israel.
Pemasangan dekorasi bernuasa Palestina itu viral usai diunggah di sosial media. Salah satu akun Instagram yang mengunggahnya yakni @kabar.jaktim.
Baca Juga: Kesaksian Muhammad Husein di Gaza: Zionis Makin Menikmati Lakukan Pembantaian
Dalam unggahan videonya, restoran cepat saji itu memasang balon di sebuah tiang dan kaca restoran.
Balon tersebut tertata rapi. Sementara balon yang berada di kaca restoran dibentuk mirip bunga.
“Banyaknya pemboikotan karena dukung Israel, restoran cepat saji McD akhirnya bikin dekorasi Fee Palestine dengan balon,” tulis akun tersebut, dikutip Jumat (3/11).
Tak hanya balon yang terpajang dalam restoran, didekat dekorasi tersebut ada seorang karyawan yang menggunakan seragam McDonalds.
Karyawan wanita yang mengenakan hijab hitam itu juga mengantungkan sebuah syal yang bergambar bendera Paletina. Tak hanya itu, wanita tersebut juga membentangkan syal yang dipegangnya sembari menutupi sebagian wajahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam
-
Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami
-
Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya
-
Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak
-
Stop 'Pencet Setuju' Tanpa Baca! Inovasi Layanan Jadi Kunci Agar Kuota Internet Gak Hangus