Suara.com - Aktor film sekaligus publik figur Fedi Nuril kembali aktif membuat cuitan di media sosial aplikasi X yang berupa kritikan. Di masa kampanye Pemilihan Presiden atau Pilpres, Fedi memang dikenal menolak calon presiden atau capres Prabowo Subianto.
Belakangan di media sosialnya tersebut, Fedi membuat surat terbuka tertuju kepada Menteri ATR BPN yang baru dilantik Jokowi, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Surat yang dibagikan di media sosialnya tersebut mempertanyakan apa yang akan dilakukan AHY ketika telah menjadi bagian dari internal pemerintah.
Padahal AHY terutama partai Demokrat sebelumnya merupakan bagian dari oposisi pemerintahan Jokowi. Surat tersebut diawali dengan Fedi yang mengungkapkan pernah memerankan sebagai anggota TNI pasukan khusus.
"Kepada Yth. Bapak @AgusYudhoyono. Saya ingin bercerita sedikit. Saya pernah main di film berjudul “Doea Tanda Cinta”. Ceritanya tentang 2 orang pemuda yang masuk Akmil, lalu dilatih menjadi pasukan khusus dan mendapat tugas untuk membebaskan sandera dari kelompok separatis, begitu bunyi narasinya.
Selain itu ia pun menyinggung mengenai prestasi AHY yang disebut melebihi nilai pencapaian SBY.
"Sebelum shooting, saya mendapatkan sedikit pelatihan militer di Akmil, Magelang dan di situ saya juga mendengar cerita bahwa Bapak adalah taruna yang cerdas, sehingga diberi penghargaan Adhi Makayasa. Konon katanya, nilai2 Bapak pun lebih tinggi daripada Bapak @SBYudhoyono,"
Pemain pria film Ayat-Ayat Cinta itu pun menyinggung mengenai pilihan oposisi AHY dan partai Demokrat selama ini.
"Sekarang Bapak menjabat sebagai Menteri ATR/BPN, walaupun mungkin bidang itu bukan spesialisasi Bapak, tapi dengan kecerdasan Bapak, saya yakin Bapak bisa menjalankan tugas tersebut dengan baik," sambungnya.
Baca Juga: AHY soal Hak Angket Dugaan Kecurangan Pemilu 2024: Tak Ada Urgensinya
"Berdasarkan kutipan2 pernyataan Bapak di berita ini, izinkan saya bertanya, Pak. Dengan bergabungnya Bapak ke pemerintahan Pak Jokowi, apakah Bapak telah “menarik” kritikan2 tersebut atau Bapak akan berusaha memperbaiki apa yang Bapak kritik dari dalam pemerintahan?,' tanyanya kemudian.
"Kalau Bapak berusaha memperbaiki dari dalam, kira2 rencana/strategi apa yang akan Bapak lakukan?," tanyanya.
Berita Terkait
-
Jarang Ngomong Tapi Lancar Bahasa Inggris, Almira Putri AHY Malah Dikritik Gegara Ini
-
Dibanding Hak Angket Pemilu 2024, AHY Sarankan Parpol Rekonsiliasi Politik
-
AHY soal Hak Angket Dugaan Kecurangan Pemilu 2024: Tak Ada Urgensinya
-
Adab Annisa Pohan Disorot Tajam Saat Dampingi AHY Hadiri HUT Kaisar Jepang, Diminta Belajar dari Istri Gibran
-
AHY Menteri dan Prabowo-Gibran Menang, Mariyo Nekat Jalan Kaki Sejauh 611 Km
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan
-
Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
-
Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi
-
Perwakilan Massa Mahasiswa Akhirnya Diterima Pimpinan DPR, Audiensi Digelar Tertutup
-
Alasan KPK Minta Tambahan Anggaran ke DPR Rp898 Miliar
-
Mahasiswa Trisakti Sampaikan Tiga Tuntutan di DPR, Soroti Ekonomi hingga Supremasi Sipil