Suara.com - Hari ini, Minggu 21 April 2024 diperingati sebagai Hari Kartini. Momen Hari Kartini pada tahun ini terasa spesial, setidaknya bagi fans Manchester United di Indonesia.
Bagaiman tidak, klub berjuluk Red Devils itu memberikan video spesial ucapan Hari Kartini untuk wanita-wanita kuat di Indonesia. Video yang dibagikan di akun Tiktok Manchester United memperlihatkan tiga pemain, Bruno Fernandes, Tom Heaton dan Sofyan Amrabat.
Ketiga pemain itu dalam video memberikan ucapan spesial untuk wanita Indonesia di Hari Kartini. "Halo semua fans Manchester United di Indonesia, spesial untuk wanita," buka Bruno Fernandes di video seperti dikutip.
Baca juga:
"Habis gelap terbitlah terang, selamat Hari Kartini" lanjut Tom Heaton di video itu.
Pernyataan sama juga diungkap oleh Sofyan Amrabat dan Bruno Fernandes di video tersebut.
Video ini pun mendapat banyak komentar dari netizen Indonesia di platform Tiktok. Sejumlah netizen yang diketahui fans Manchester United sangat senang dengan video ucapan hari Kartini ini.
Namun tak sedikit juga netizen yang kemudian malah berikan nyinyiran dengan video ucapan Hari Kartini dari pemain Manchester United.
Baca juga:
Baca Juga: Ramai Ceramah Angelina Sondakh, Netizen: Dulu Korupsi Sekarang Mendadak Ustadzah
"walau dia belum menang ucl tapi setidaknya mengucapkan hari kartini," tulis salah satu pengguna Tiktok.
Ada juga netizen yang kemudian menyindir penampilan Manchester United di musim ini dengan ucapan Habis gelap terbitlah terang.
"Tapi emyu kapan terangny min?" tulis akun @vinz****
"Tunggu proses aja semua ada masanya yg penting meskipun lagi di bawah tetep emyu," sambung akun Tiktok lainnya.
Untuk informasi, Manchester United saat ini berada di peringkat ke-7 Liga Inggris. Anak asuh Erik ten Hag itu dalam 4 pertandingan terakhir belum mampu meraih kemenangan.
Imbang melawan Brentford (1-1), Liverpool (2-2), Bournemouth (2-2) dan kalah 3-4 dari Chelsea. Malam ini, Manchester United akan melawan Luton Town pada babak semifinal Piala FA.
Berita Terkait
-
Ramai Ceramah Angelina Sondakh, Netizen: Dulu Korupsi Sekarang Mendadak Ustadzah
-
Link Twibbon dan Ucapan Hari Kartini, Dapat Jadi Unggahan di Instagram Story Maupun Status WhatsApp
-
Lagu Ibu Kita Kartini Nyanyikan di Hari Kartini 2024: Ini Chord, Lirik dan Sejarahnya
-
Kartini Masa Kini, Kisah Tiara Alincia Fitri Jadi Masinis MRT Tanpa Lupakan Peran Sebagai Ibu Rumah Tangga
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan