Suara.com - Kasus pembunuhan tak sengaja yang melibatkan aktor ternama, Alec Baldwin (66), telah dibatalkan pihak pengadilan di New York, Amerika Serikat.
Pembatalan terhadap kasus Baldwin, menyusul mosi yang diajukan oleh tim pembelanya yang menuduh jaksa penuntut menyembunyikan bukti amunisi.
Ia awalnya menghadapi hukuman penjara hingga 18 bulan jika terbukti bersalah atas kematian seorang sinematografer Halyna Hutchins yang tewas pada 2021 silam.
Setelah hari yang luar biasa di pengadilan dimana jaksa khusus menghadirkan dirinya sebagai saksi, Baldwin menangis tersedu-sedu. Ia lantas memeluk pengacaranya saat hakim membuat keputusan dan membatalkan kasus tersebut, yang didasarkan pada kesalahan polisi dan jaksa.
Sejak persidangan yang dimulai selama 3 tahun lalu, aktor tersebut selalu membantah tuduhan pembunuhan tidak disengaja atas penembakan yang menewaskan Halyna Hutchins.
Baldwin menegaskan bahwa dirinya tidak menarik pelatuk pistol dan bahwa orang lain di lokasi syuting film Barat Rust, di New Mexico, bertanggung jawab atas pemeriksaan keamanan pada senjata tersebut.
Sementara menurut jaksa penuntut, Baldwin telah bertindak gegabah selama latihan adegan di lokasi syuting dekat Santa Fe. Bermain "pura-pura dengan senjata sungguhan" dan melanggar "aturan pokok keselamatan senjata api" kata JPU, seperti dikutip dari Skynews, Sabtu.
Sedangkan tim pembela berpendapat bahwa tudingan itu tidak benar. Ia adalah "seorang aktor, berakting" dan "tidak melakukan kejahatan apa pun" kata tim pembela.
Setelah hampir tiga tahun sejak kematian Hutchins, kasus terhadap Baldwin telah dibatalkan. Hakim Mary Marlowe Sommer telah mengatakan kasus tersebut tidak dapat diajukan lagi.
"Keterlambatan ditemukannya bukti-bukti tersebut di persidangan telah menghambat pemanfaatan bukti secara efektif sehingga berdampak pada prinsip keadilan dalam persidangan," kata Marlowe.
Mendengar putusan itu, istri Baldwin, Hilaria, yang mendukungnya di pengadilan selama persidangan bersama saudaranya aktor Stephen.
Baldwin lantas meninggalkan gedung tak lama setelah itu dan langsung masuk ke mobil, tanpa berbicara kepada wartawan di luar.
Baldwin dikenal lewat film-film seperti The Departed, It's Complicated, dan The Hunt For Red October, serta penampilannya di Saturday Night Live. Setelah kasus yang melibatkannya usai, Baldwin akan merilis film Clear Cut minggu depan, dan akan membintangi serial TV realitas tahun depan.
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD