Suara.com - BAT Indonesia kembali memperoleh pengakuan eksternal dalam bidang pengelolaan sumber daya manusia dengan meraih penghargaan bergengsi "HR Excellence Award" dari Majalah SWA. Ini merupakan kali ketiga BAT Indonesia meraih penghargaan tersebut, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perusahaan terbaik di Indonesia dalam bidang manajemen sumber daya manusia.
Tahun ini, 55 perusahaan di Indonesia berpartisipasi dalam penghargaan HR Excellence Award, namun hanya perusahaan dengan skor lebih dari 85 yang berhasil meraih penghargaan tersebut. BAT Indonesia sendiri mencatatkan skor rata-rata 87, mendapatkan predikat "Sangat Baik" dalam tiga kategori penting: Employer Branding and Talent Acquisition, Reward Management & Talent Retention Strategy, dan Wellbeing Management.
Penghargaan ini mencerminkan capaian transformasi dan inovasi BAT Indonesia dalam menerapkan praktik terbaik dalam tiga kategori tersebut. Proses penilaian yang ketat dilakukan oleh Majalah SWA bekerja sama dengan Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI). Proses evaluasi melibatkan penyaringan administratif dan presentasi di depan panel juri yang terdiri dari para akademisi dan praktisi sumber daya manusia dari berbagai perusahaan nasional.
Direktur HR & Inklusi BAT Indonesia, Jonathan Sembiring mengatakan, merupakan sebuah kehormatan bagi BAT Indonesia untuk bisa mendapatkan penghargaan yang diakui oleh para profesional dan ahli pada bidang pengelolaan sumber daya manusia.
"Bagi kami, ini merupakan pelajaran yang sangat berharga untuk dapat memahami peluang sehingga kami dapat terus meningkatkan praktik untuk menjadi salah satu yang terbaik di industri ini," tuturnya.
BAT Indonesia tengah bertransformasi menjadi organisasi yang lebih kuat, cepat, dan efisien dengan komitmen menjunjung tinggi nilai inklusivitas. Melalui upaya praktik-praktik manajemen sumber daya manusia kelas dunia, BAT Indonesia memberikan kesempatan bagi setiap individu dalam perusahaan untuk berkembang dan mencapai hasil terbaik, baik bagi bisnis maupun setiap pemangku kepentingan di dalamnya.
Berita Terkait
-
BRI Borong 4 Kategori Penghargaan di Malam Apresiasi Emiten 2024
-
Bentoel Group Kembali Raih Apresiasi IDX Channel Anugerah ESG 2024 atas Komitmen ESG Terintegrasi
-
Raih Penghargaan Best Small to Mid-cap Corporate Finance House in Indonesia Berkat Kinerja Penasehat Keuangan Ciamik
-
Peduli Anak, Sarihusada Raih Penghargaan Kategori Utama dalam Anugerah Perusahaan Layak Anak (PLA) 2024
-
Antam Masuk dalam Indeks TEMPO-IDNFinancials52 dalam Empat Kategori
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis