Suara.com - Retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Prof. Stella Christie.
Pembekalan semi militer ala Presiden Prabowo Subianto itu menurut Stella menjadi momen yang seru sekaligus memiliki nilai science tersendiri.
“Mohon izin, selama 3 hari dan juga baris berbaris dan dikondisi yang jam subuh udah harus bangun pagi itu memang ada science-nya untuk bonding,” ungkap Stella.
“Ada ilmiahnya pak,” tambahnya.
Stella merasa bahwa kegiatan yang dirancang oleh Prabowo selama kurang lebih 3 hari di Akmil itu justru secara tidak langsung membangun bonding para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih.
Menanggapi apresiasi dari Stella, Prabowo sontak memiliki ide cemerlang untuk mengadakan kegiatan serupa kembali.
“Kalau gitu dibikin tidak nyaman lagi kalau gitu,” sahut Presiden Prabowo.
Reflek jawaban Prabowo tersebut sontak mengundang gelak tawa dari para Menteri dan Wakil Menteri di sekitarnya.
Mereka bahkan mengiyakan dan setuju dengan ide baru Prabowo tersebut, untuk mengadakan kegiatan serupa.
Baca Juga: Dear Prabowo Subianto, Kembalikan Semangat Sumpah Pemuda di Era Digital
“Boleh juga pak,” sahut Stella.
“Bondingnya lebih kenceng itu,” tambah para menteri.
Retreat dan pembekalan Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) di Magelang ini dilakukan 24-27 Oktober 2024.
Adapun agenda yang dilakukan yakni olahraga pagi, latihan baris-berbaris, parade senja, malam akrab hingga mendaki Gunung Tidar.
Mereka selalu kompak menggunakan seragam yang telah disiapkan oleh Prabowo. Mulai dari seragam safari, seragam Komponen Cadangan (Komcad), hingga seragam biru donker bergambar burung Garuda.
Prabowo meyakini bahwa pembekalan di Akmil ini akan membawa banyak manfaat untuk kabinet dan pemerintahannya selama lima tahun ke depan.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas