Suara.com - Beredar di media sosial sebuah video yang menyampaikan narasi tentang dukungan Prabowo Subianto di pilkada Jakarta yang ternyata diberikan pada pasangan Pramono Anung dan Rano Karno.
Pada Senin (16/12/2024), Kanal YouTube “DESTINASI POLITIK” membagikan video dilengkapi dengan narasi sebagai berikut:
"PRABOWO PILIH PRAM LAWAN JKW PERINTAHKAN HAPUS GUGATAN"
Lantas benarkah narasi tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), ketika video berdurasi 8 menit 50 detik itu ditonton dari awal hingga akhir, pada detik 00:35, narator mengatakan “… kubu Pram menyatakan terima kasih pada Prabowo, dari sini saja sudah terlihat kan”.
Oleh TurnBackHoax kata kunci “Pramono berterima kasih kepada Prabowo” kemudian diinput ke mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan pemberitaan dari kompas.com “Timses Pramono-Rano: Terima Kasih Pak Prabowo atas Netralitasnya di Pilkada Jakarta”.
Dalam artikel yang terbit pada Selasa (3/12/2024) itu sama sekali tidak ada pembahasan mengenai Prabowo menyatakan dukungannya ke Pramono-Rano. Tidak ditemukan juga informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim bahwa “Prabowo berpihak mendukung Pramono-Rano”.
Ketika dicermati lebih dalam, video tersebut hanya berisi cuplikan tanggapan dari sejumlah pengamat politik mengenai isu Ridwan Kamil menggugat hasil Pilkada 2024.
Baca Juga: Kemlu Klarifikasi Peserta KTT D-8 Keluar Ruangan Saat Prabowo Pidato
Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa unggahan dengan narasi “Prabowo berpihak mendukung Pramono-Rano” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).
Berita Terkait
-
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Lawatan ke Mesir, Langsung Gelar Ratas di AU Halim Perdanakusuma
-
Prabowo Demam, Agenda Bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim Batal
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Kemlu Klarifikasi Peserta KTT D-8 Keluar Ruangan Saat Prabowo Pidato
-
Heboh Delegasi Keluar Saat Prabowo Pidato di KTT D-8, Kemlu: Hal Yang Lumrah
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan