Suara.com - Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Romy, mengungkapkan bahwa Joko Widodo akan tetap konsisten di jalur politik.
Hal tersebut disampaikan Rommy seperti dilansir dalam siniar pada kanal YouTube Total Politik seperti dilihat Suara.com, Selasa (31/12/2024).
“Saya tetap akan di politik saja,” kata Rommy menirukan Jokowi.
Pernyataan itu semakin mempertegas bahwa meski tidak lagi memegang jabatan sebagai presiden, Jokowi tetap memiliki pengaruh besar dalam politik nasional.
Terkait dengan wacana Pilkada tidak langsung, Romy menjelaskan bahwa pilkada langsung yang selama ini diterapkan justru menambah beban biaya yang tinggi dan mengarah pada praktik-praktik yang tidak sehat dalam dunia politik.
“Saya belum pernah mendapatkan informasi ada satu pilkada kabupaten yang habisnya kurang dari 50 miliar. Kita harus sama-sama melakukan koreksi total terhadap perjalanan bangsa ini,” katanya.
Romy mengungkapkan bahwa dalam menghadapi tingginya biaya politik dan tantangan moral dari pilkada langsung, salah satu alternatif yang disarankan adalah pilkada tidak langsung, yakni DPRD memiliki kewenangan memilih kepala daerah.
“Ini bukan kemunduran, ini tipe demokrasi yang berbeda untuk kebaikan negara,” tegasnya.
Ia menilai bahwa demokrasi yang lebih terstruktur dan terinstitusionalisasi dapat menghasilkan pemimpin yang lebih berkualitas tanpa harus bergantung pada biaya yang tinggi.
Baca Juga: PDIP Heran Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Korup: Bukankah Sederhana dan Konsisten Kemeja Putih?
Selain itu, Romy juga menekankan bahwa partai perorangan yang sering diasosiasikan dengan Jokowi menjadi semakin relevan dengan konsep Pilkada tidak langsung.
“Partai perorangan itu menurut saya gambaran dari bahwa Pak Jokowi tidak berencana masuk partai politik manapun, apalagi menjadi Ketum” jelasnya.
Dengan segala pengaruh yang dimilikinya, Jokowi tetap menjadi tokoh yang sangat dihormati dalam politik Indonesia.
“Jokowi lahir dengan pertarungan yang wajar, tapi tidak lagi kita temukan di Pilkada-pilkada kemarin,” tambahnya.
Ia menggarisbawahi bahwa kekuatan Jokowi sebagai figur politik yang memiliki basis massa yang besar dan pengaruh yang luas masih akan terus terasa.
Kontributor : Kayla Nathaniel Bilbina
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan