Suara.com - Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar mengaku belum puas dengan kerja Bareskrim Polri dalam mengusut soal keabsahan ijazah mantan Presiden Jokowi. Rismon meminta agar Bareskrim jujur mengungkap soal kebenaraan terkait ijazah Jokowi.
Pernyataan itu disampaikan Rismon dalam siniar yang tayang di akun Youtube REFLY Harun KEREN CADAS! pada Senin (23/6/2025) kemarin. Saat berbincang dengan Refly Harun dalam siniar itu, kesimpulan Bareskrim yang menyatakan ijazah Jokowi adalah asli dianggap lemah.
"Ayolah Bareskrim jujur ya, cerdaskan publik, ini bahwa ya terutama yang saya fokus adalah janganlah dengan meraba ya terasa cekungan terus langsung lompat ke kesimpulan bahwa itu produk dari handpress, tanpa direkonstruksi oleh yang pemilik percetakan ini kan jawaban yang menurut saya sangat tidak kokoh secara fondasi ilmiah," ujar Rismon dikutip Suara.com pada Selasa (24/6/2025).
Lantaran merasa janggal dengan hasil pengujian Puslabfor Polri terhadap ijazah Jokowi, Rismon pun mengaku siap memberikan tantangan dengan menguji secara ilmiah soal polemik ijazah Jokowi ke ranah pengadilan.
Pasalnya, Rismon masih menganggap jika ijazah Jokowi itu dibuat dengan menggunakan perangkat canggih dari produk Microsoft Word yang dirilis tahun 2004-2005.
"Jadi kalau hal seperti itu nanti sampai ke pengadilan ya kita akan challenge (tantangan) itu, yang challenge kita yang terkuat begitu loh, karena standing position saya secara ilmiah adalah itu produk dari sebuah software maupun hardware yang sudah sangat canggih sekitar tahun 2004," ungkapnya.
"Produk dari Microsoft Word yang ada di Windows XP gitu yang rilis tahun 2004-2005 dengan very high atau high dots per inci (HiDPI) sehingga memungkinkan mencetak terutama ya lengkungan-lengkungan cantik dalam font News Roman tersebut maupun titik-titik yang sangat rapat, yang tidak dimungkinkan hal itu diproduksi dengan handpress ataupun letter press gitu," bebernya.
Drama Ijazah Jokowi
Diketahui, Rismon merupakan satu dari sejumlah tokoh yang dipolisikan karena menganggap jika ijazah Jokowi adalah palsu. Perihal itu, Jokowi sebelumnya telah melaporkan sejumlah pihak ke Polda Metro Jaya lantaran merasa difitnah jika ijazah miliknya palsu.
Baca Juga: Ungkap Motif Serangan Bom AS ke Iran, Gus Ulil Malah Diledek: Apakah Trump Wahabi Nuklir?
Bareskrim Polri pun ikut mengusut soal laporan aktivis Eggi Sudjana yang ikut menuding jika ijazah Jokowi palsu. Namun, kasus itu disetop setelah Bareskrim menyimpulkan jika ijazah Jokowi adalah asli berdasarkan hasil pemeriksaan di Puslabfor Polri.
Di sisi lain, Jokowi sebelumnya juga telah digugat setelah dituding memiliki ijazah palsu dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Gugatan yang diajukan sejumlah pengacara yang tergabung dalam Tolak Ijazah Palsu Usaha Gakpunya Malu (TIPU UGM) dan kini kasus tersebut sudah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Solo.
Berita Terkait
-
Ungkap Motif Serangan Bom AS ke Iran, Gus Ulil Malah Diledek: Apakah Trump Wahabi Nuklir?
-
Koar-koar Ijazah Palsu, Roy Suryo Ternyata Pendukung Jokowi: Memang Top, Beliau Pintar!
-
Hari Ini Jokowi Ultah ke-64, Poster Ucapan Selamat Ini Bikin Publik Syok: Innalillahi
-
Anak Otto Hasibuan Dicap Dungu, Rocky Gerung: Apa Pun yang Didalilkan, Jokowi Adalah Pembohong!
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil