Apa Itu Sound Horeg?
Istilah sound horeg merujuk pada sistem tata suara dengan volume tinggi, dentuman bass dominan, serta efek lampu dan LED yang ramai—ciri khas hiburan rakyat.
"Horeg" sendiri merupakan plesetan dari kata "hore", yang menggambarkan suasana meriah dan bising.
Musik yang diputar dalam sound horeg pun tidak sembarangan.
Biasanya berupa lagu-lagu remix EDM dangdut, koplo, hingga remix TikTok, yang disunting dengan tambahan beat keras dan aransemen elektronik.
Tidak jarang, DJ kampung atau operator audio memainkan variasi suara dengan sentuhan khas ala battleground sound system.
Budaya Pop Baru dari Akar Rumput
Tren sound horeg ternyata tak hanya menjadi hiburan semata, tapi juga membentuk ekosistem budaya tersendiri.
Di berbagai daerah, muncul kontes battle sound, di mana masing-masing tim audio berlomba menghadirkan sistem suara paling bertenaga, jernih, dan meriah.
Di TikTok dan YouTube, ratusan ribu video bertema sound horeg telah diunggah, mulai dari konten hiburan, unboxing amplifier rakitan, hingga tutorial modifikasi audio.
Hal ini menciptakan peluang ekonomi baru—dari bisnis persewaan sound system, penjualan komponen audio, jasa rakit, hingga endorsement bagi kreator konten yang membahas sound horeg.
Bagi sebagian masyarakat, terutama generasi muda desa, sound horeg menjadi bentuk ekspresi kebanggaan lokal. Ia menjembatani kreativitas teknologi rakitan dengan budaya hiburan rakyat, menciptakan sinergi antara keterampilan teknik dan kesenian.
Baca Juga: Ahli THT UI: Ketulian Akibat Sound Horeg Itu Tidak Terlihat!
Tantangan dan Potensi Bisnis
Meski menjadi tren yang digemari, sound horeg tidak lepas dari kontroversi.
Beberapa pihak mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan hingga larut malam, bahkan menimbulkan konflik antar warga.
Pemerintah daerah di beberapa tempat mulai menerbitkan aturan pembatasan volume suara dan durasi hiburan menggunakan sound horeg.
Namun demikian, di sisi lain, tren ini membuka peluang besar di sektor usaha mikro.
Permintaan akan perangkat audio murah dengan kualitas tinggi terus meningkat.
Brand lokal maupun distributor komponen elektronik mulai merambah pasar ini, melihat potensi besar dari segmen pengguna yang loyal.
Tag
Berita Terkait
-
Ahli THT UI: Ketulian Akibat Sound Horeg Itu Tidak Terlihat!
-
Ketika Karnaval Jadi Derita! Sound Horeg dan Dampak Nyata untuk Kesehatan
-
Geger Sound Horeg 135 Desibel, Ustaz Derry: Konser Metal Paling Brutal di Dunia Aja Cuma 109 dB!
-
Ustaz Derry Sulaiman: Hijrahkan Sound Horeg untuk Masjid
-
Warga Diungsikan Demi Sound Horeg! Karnaval Desa Donowarih Malang, Tuai Kontroversi
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda