- Tawuran pecah di tiga lokasi awali tahun baru 2026 di Jakarta.
- Akar masalahnya adalah dendam komunal, masalah kesejahteraan, dan pencarian eksistensi.
- Solusi pemerintah dinilai dangkal, butuh penataan pemukiman dan penyaluran energi positif.
Suara.com - Jakarta mengawali tahun baru 2026 dengan catatan kelam, di mana aksi tawuran pecah di tiga lokasi berbeda sejak Kamis (1/1/2026) dini hari. Insiden kekerasan ini terjadi di kawasan Klender, Ciracas, dan Manggarai, yang merupakan titik panas konflik menahun.
Pengamat sosial, Rissalwan Habdy Lubis, menganalisis bahwa fenomena ini memiliki dua karakter berbeda; tawuran berbasis dendam komunal dan tawuran berbasis pencarian eksistensi.
Dendam dan Eksistensi
Rissalwan menyoroti khusus konflik di Manggarai yang menurutnya berakar dari dendam sejarah selama lima dekade, yang bisa dipicu oleh persoalan sepele.
"Kalau yang di Manggarai itu sudah pasti karena dendam. Gara-gara petasan nyasar, langsung dianggap cari gara-gara. Ini cerita lama, sudah hampir 50 tahun," ujar Rissalwan kepada Suara.com.
Sementara itu, tipe tawuran lainnya biasanya dilakukan oleh kelompok pemuda atau geng motor yang sengaja mencari panggung untuk menunjukkan kekuatan.
"Kalau karakter anak-anak tongkrongan, ini biasanya cuma mau menunjukkan eksistensi saja," jelas Rissalwan.
Kritik Solusi 'Manggarai Bersholawat'
Rissalwan juga mengkritik upaya Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang dinilainya masih menyentuh permukaan. Acara "Manggarai Bersholawat" yang digelar tahun lalu dianggapnya tidak menyentuh akar masalah.
Baca Juga: Profil dan Statistik Lengkap Allano Lima Winger Brasil Tumpuan Persija Jakarta
"Ibarat mengobati rasa sakit, itu hanya menghilangkan sakitnya sesaat, tapi akar masalahnya tidak disembuhkan," tegasnya.
Menurutnya, akar masalah tawuran komunal di Manggarai adalah tingkat stres yang tinggi akibat pola pemukiman yang padat serta masalah kesejahteraan yang belum tuntas.
Untuk memutus siklus kekerasan, Rissalwan mengusulkan beberapa solusi jangka panjang, di antaranya:
- Penataan ulang pemukiman padat untuk mengurangi tingkat stres warga.
- Penyediaan aktivitas positif untuk menyalurkan energi pemuda, seperti lomba konten bulanan yang terinspirasi dari Korea Selatan.
- Pemberian beasiswa ke luar negeri bagi anak-anak di wilayah rawan konflik.
"Kalau bisa, anak-anaknya dikasih beasiswa luar negeri, biar putus dari dendam, karena mereka mendengar obrolan orang tuanya," usulnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya