News / Nasional
Senin, 17 Agustus 2026 | 12:57 WIB
Kolase foto Susanah (kiri) dan para pengupas bawang di Bogor (kanan). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menyebut buruh bernama Susanah berupah Rp700 ribu dalam pidato kenegaraan Jumat (14/8).
  • Faktanya, Susanah adalah penjahit kain majun berupah Rp700 per kilogram di Bogor dengan ekonomi sulit.
  • Perbandingan di Klungkung menunjukkan buruh pengupas bawang hanya menerima upah sekitar Rp1.000 per kilogram.

Suara.com - Nama Susanah mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya dan berbagai platform media sosial. Sosoknya mencuri perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menyebutkan namanya dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (14/8) pekan lalu.

Dalam pidato tersebut, terselip narasi mengenai seorang buruh bernama Susanah yang disebut-sebut melakukan pekerjaan kupas bawang dengan upah fantastis, yakni Rp700 ribu per kilogram.

Pernyataan orang nomor satu di Indonesia tersebut sontak memicu gelombang reaksi dari warganet. Di platform X dan TikTok, spekulasi bermunculan.

Banyak warganet yang mempertanyakan kebenaran angka tersebut, sementara sebagian lainnya menjadikannya bahan candaan mengenai lowongan kerja "dream job" dengan gaji yang melampaui standar upah minimum manapun.

Namun, setelah ditelusuri lebih mendalam, fakta mengenai profesi dan penghasilan Susanah ternyata jauh dari apa yang tersampaikan dalam pidato kenegaraan tersebut. Narasi mengenai kupas bawang Rp 700 ribu tersebut terbukti tidak akurat.

Siapa Sebenarnya Susanah?

Susanah adalah perempuan berusia 38 tahun yang tinggal di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Alih-alih hidup dalam kemewahan upah ratusan ribu rupiah per kilogram, realitas kehidupan Susanah justru berada di garis kemiskinan yang memprihatinkan.

Keluarga terdekat Susanah memberikan klarifikasi bahwa ia bukan merupakan seorang pengupas bawang sebagaimana yang ramai diperbincangkan.

Baca Juga: CORE Nilai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam Asumsi APBN Terlalu Optimistis

"Dia sehari-hari kerja sebagai penjahit kain majun," kata Wina, kakak ipar Susanah, Senin (17/8/2026).

Kain majun adalah kain perca yang ditujukan untuk industri. Tak hanya itu, Wina mengungkapkan Susanah juga bekerja di dapur makan bergizi gratis atau MBG.

"Dia kerja juga bersih-bersih alat makan MBG," kata dia.

Ketidaksingkronan data ini sangat kontras dengan pernyataan di podium negara. Alih-alih menerima upah ratusan ribu rupiah, Susanah justru hanya mendapatkan upah sekitar Rp700 per kilogram dari hasil menjahit kain majun tersebut.

Perbedaan angka nol yang signifikan ini mengubah narasi keberhasilan ekonomi menjadi potret perjuangan hidup yang berat.

Profil Ekonomi Keluarga Susanah

Load More