- Prosesi Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta, menandai Idulfitri 1447 H, memadati Masjid Gedhe Kauman pada Jumat (20/03/2026).
- Tradisi tersebut merupakan simbol sedekah raja kepada rakyat berupa lima jenis gunungan hasil bumi dari tanah Mataram.
- Tahun ini, Grebeg Syawal tidak melibatkan partisipasi gajah dalam iring-iringan serta terdapat penyesuaian jam operasional wisata Keraton.
Selama pelaksanaan prosesi peringatan Idulfitri, akan diberlakukan no fly zone di Kawasan Keraton Yogyakarta. Artinya, masyarakat dilarang untuk menerbangkan drone dan sejenisnya dari 0-150 meter dari permukaan tanah (0-492 feet AGL).
Jam Operasional Museum dan Wisata Keraton Yogyakarta
Di sisi lain, berkaitan dengan pelaksanaan peringatan Idulfitri 2026/Dal 1959, terdapat penyesuaian jam operasional museum dan wisata di Keraton Yogyakarta.
Carik Kawedanan Radya Kartiyasa, Nyi KRT Noorsundari menjelaskan untuk wisata Kedhaton atau bangunan inti Keraton dan juga Tamansari akan ditutup selama dua hari.
"Kedhaton dan Wisata Tamansari akan libur pada Jumat (20/3) dan Sabtu (21/3). Wisata Kedhaton dan Tamansari akan dibuka kembali pada Minggu (22/3) dengan jam operasional 08.30-14.00 WIB untuk Kedhaton dan 08.00-16.30 WIB untuk Tamansari. Spesial di periode libur Idulfitri ini, hari Senin (23/2) wisata Kedhaton akan buka," ucap KRT Noorsundari.
Sementara, untuk Kagungan Dalem Wahanarata, Jalan Rotowijayan, tetap dibuka seperti biasa dengan jam kunjungan pukul 09.00-14.00 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung