-
Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade pelabuhan Iran untuk memutus total arus pendapatan ekonomi Teheran.
-
Produksi minyak Iran terancam berhenti karena fasilitas penyimpanan di Pulau Kharg hampir mencapai batas maksimal.
-
Donald Trump menegaskan Selat Hormuz ditutup sepenuhnya hingga kesepakatan diplomatik baru dengan Iran tercapai.
Suara.com - Amerika Serikat memastikan pengepungan terhadap pelabuhan utama Iran tidak akan kendor untuk melumpuhkan sumber pendapatan utama negara tersebut.
Strategi ini memaksa industri perminyakan Teheran berada di ambang kolaps karena keterbatasan ruang penyimpanan komoditas mentah.
Dikutip dari Skynews, dampak nyata dari isolasi maritim ini diprediksi akan menghentikan aktivitas produksi pada sejumlah sumur minyak yang kondisinya mulai rapuh di Pulau Kharg.
Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menegaskan kembali posisi tegas pemerintahan Donald Trump mengenai keberlanjutan blokade jalur laut tersebut.
Langkah drastis ini diambil untuk memastikan Teheran kehilangan kemampuan finansial dalam mendanai berbagai aktivitas strategis mereka di tingkat global.
Bessent menyatakan bahwa fasilitas penyimpanan di Pulau Kharg akan mencapai titik jenuh hanya dalam hitungan beberapa hari saja.
Pulau sepanjang lima mil tersebut merupakan titik krusial karena melayani lebih dari 90 persen seluruh pengiriman minyak mentah Iran.
Jika gudang penyimpanan penuh, maka proses ekstraksi di hulu harus dihentikan secara paksa demi menghindari kerusakan sistemik.
Scott Bessent menyampaikan bahwa hanya tinggal "masalah hari" sebelum penyimpanan di Pulau Kharg penuh dan "sumur minyak Iran yang rapuh akan ditutup".
Baca Juga: Tumpahan Minyak Raksasa di Teluk Persia, Perang AS vs Iran Picu Bencana Ekologis
Pemerintah Amerika Serikat juga berkomitmen untuk menerapkan "tekanan maksimum melalui Amarah Ekonomi untuk secara sistematis menurunkan kemampuan Teheran dalam menghasilkan, memindahkan, dan memulangkan dana".
Status Gencatan Senjata dan Selat Hormuz
Kebijakan pengetatan ekonomi ini muncul di tengah dinamika perundingan diplomatik yang masih menggantung antara kedua belah pihak.
Donald Trump mengindikasikan bahwa masa penangguhan konflik bersenjata hanya bersifat sementara mengikuti perkembangan proposal yang diajukan pihak lawan.
Presiden Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran akan diperpanjang "sampai usulan mereka diajukan dan diskusi selesai, dengan satu atau lain cara".
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa kontrol militer dan ekonomi di jalur perdagangan internasional kini berada di bawah kendali penuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL