- Serangan militer AS dan Iran sejak 28 Februari menyebabkan kerusakan fasilitas minyak serta kebocoran besar di Teluk Persia.
- Tumpahan minyak di Selat Hormuz dan Pulau Lavan mencemari kawasan konservasi serta mengancam keberlangsungan ekosistem laut yang sensitif.
- Krisis lingkungan ini berpotensi mengganggu operasional pabrik desalinasi serta mengancam ketahanan pangan bagi jutaan penduduk di kawasan pesisir.
Suara.com - Dampak perang AS-Israel vs Iran kian meluas ke sektor lingkungan. Citra satelit terbaru menunjukkan tumpahan minyak besar di Teluk Persia yang bahkan dapat terlihat jelas dari luar angkasa.
Menurut laporan CNN pada 21 April, sejumlah fasilitas minyak dan kapal tanker di kawasan tersebut mengalami kerusakan parah akibat serangan militer yang telah berlangsung hampir dua bulan
Data satelit mencatat salah satu tumpahan mencapai panjang lebih dari 8 kilometer di Selat Hormuz, dekat Pulau Qeshm.
Insiden ini diduga berkaitan dengan serangan AS terhadap kapal Iran Shahid Bagheri pada 28 Februari lalu, yang memicu kebocoran minyak.
Selain itu, kebakaran besar juga dilaporkan terjadi di kilang minyak pesisir di Pulau Lavan, memperparah pencemaran lingkungan.
“Ini adalah kondisi darurat lingkungan yang serius,” ujar Wim Zwijnenburg dari organisasi PAX.
Wim menyebut sedikitnya lima lokasi di Pulau Lavan rusak, menyebabkan minyak bocor hingga menyebar ke laut sekitar.
Tumpahan minyak dilaporkan telah mencapai Pulau Shidvar, kawasan konservasi dengan ekosistem sensitif.
Wilayah ini menjadi habitat penting bagi penyu dan burung laut yang kini terancam oleh pencemaran.
Baca Juga: Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Dampak serupa juga terdeteksi di perairan Kuwait setelah serangan balasan Iran.
Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan fasilitas energi di kawasan Teluk sebagai respons atas serangan sebelumnya.
Para ahli memperingatkan, jika kondisi memburuk, ribuan warga pesisir berisiko terdampak, terutama dari sisi mata pencaharian dan ketahanan pangan.
Ekosistem laut seperti ikan, lumba-lumba, hingga paus juga menghadapi ancaman serius.
Selain itu, tumpahan minyak berpotensi mengganggu operasional pabrik desalinasi yang menjadi sumber air bersih bagi hampir 100 juta penduduk di kawasan.
Gangguan ini bisa memicu krisis air di negara-negara Teluk.
Greenpeace Jerman memperkirakan sekitar 75 kapal tanker besar masih beroperasi di Teluk Persia dengan total muatan hampir 19 miliar liter minyak.
Berita Terkait
-
Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Tentara Israel yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Dijatuhi Hukuman Ringan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Tak Cuma Berebut Minyak dan Rute Dagang: Siapa Saja Kubu yang Berebut Uranium Iran?
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Lantik Perwira Baru, Prabowo Ingatkan Jangan Pernah Korupsi
-
Sinopsis 'Other Mommy': Ketika Ibu Kandung Sendiri Berubah Jadi Entitas Menyeramkan
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Prospek Bisnis Mikro Semakin Menjanjikan
-
17 Saksi Diperiksa Kejari, Siapa Otak Skandal Jual Beli Jabatan Kepsek Makassar?
-
Prabowo Berencana Bentuk Dewan Pengawas BGN, Nanik Diminta Jadi Ketua
-
Kas PTPP Mengering, Utang Bank Membengkak Nyaris Tiga Kali Lipat
-
DPR Dukung Nanik Tetap Awasi BGN Meski Mundur sebagai Kepala
-
Ole Romeny Berpotensi Duet dengan Mohamed Ihattaren di Fortuna Sittard, Kombinasi Mematikan?
-
Rumah Bocor Malah Usir Pemiliknya: Sengkarut Narasi 'Pindah Negara'
-
Israel Bantai Satu Keluarga Palestina di Gaza, 6 Orang Tewas