News / Internasional
Rabu, 22 April 2026 | 10:20 WIB
Dampak perang AS-Israel vs Iran kian meluas ke sektor lingkungan. Citra satelit terbaru menunjukkan tumpahan minyak besar di Teluk Persia yang bahkan dapat terlihat jelas dari luar angkasa. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Serangan militer AS dan Iran sejak 28 Februari menyebabkan kerusakan fasilitas minyak serta kebocoran besar di Teluk Persia.
  • Tumpahan minyak di Selat Hormuz dan Pulau Lavan mencemari kawasan konservasi serta mengancam keberlangsungan ekosistem laut yang sensitif.
  • Krisis lingkungan ini berpotensi mengganggu operasional pabrik desalinasi serta mengancam ketahanan pangan bagi jutaan penduduk di kawasan pesisir.

Suara.com - Dampak perang AS-Israel vs Iran kian meluas ke sektor lingkungan. Citra satelit terbaru menunjukkan tumpahan minyak besar di Teluk Persia yang bahkan dapat terlihat jelas dari luar angkasa.

Menurut laporan CNN pada 21 April, sejumlah fasilitas minyak dan kapal tanker di kawasan tersebut mengalami kerusakan parah akibat serangan militer yang telah berlangsung hampir dua bulan

Data satelit mencatat salah satu tumpahan mencapai panjang lebih dari 8 kilometer di Selat Hormuz, dekat Pulau Qeshm.

Insiden ini diduga berkaitan dengan serangan AS terhadap kapal Iran Shahid Bagheri pada 28 Februari lalu, yang memicu kebocoran minyak.

Selain itu, kebakaran besar juga dilaporkan terjadi di kilang minyak pesisir di Pulau Lavan, memperparah pencemaran lingkungan.

Dampak perang AS-Israel vs Iran kian meluas ke sektor lingkungan. Citra satelit terbaru menunjukkan tumpahan minyak besar di Teluk Persia yang bahkan dapat terlihat jelas dari luar angkasa. [Istimewa]

“Ini adalah kondisi darurat lingkungan yang serius,” ujar Wim Zwijnenburg dari organisasi PAX.

Wim menyebut sedikitnya lima lokasi di Pulau Lavan rusak, menyebabkan minyak bocor hingga menyebar ke laut sekitar.

Tumpahan minyak dilaporkan telah mencapai Pulau Shidvar, kawasan konservasi dengan ekosistem sensitif.

Wilayah ini menjadi habitat penting bagi penyu dan burung laut yang kini terancam oleh pencemaran.

Baca Juga: Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu

Dampak serupa juga terdeteksi di perairan Kuwait setelah serangan balasan Iran.

Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan fasilitas energi di kawasan Teluk sebagai respons atas serangan sebelumnya.

Para ahli memperingatkan, jika kondisi memburuk, ribuan warga pesisir berisiko terdampak, terutama dari sisi mata pencaharian dan ketahanan pangan.

Ekosistem laut seperti ikan, lumba-lumba, hingga paus juga menghadapi ancaman serius.

Selain itu, tumpahan minyak berpotensi mengganggu operasional pabrik desalinasi yang menjadi sumber air bersih bagi hampir 100 juta penduduk di kawasan.

Gangguan ini bisa memicu krisis air di negara-negara Teluk.

Load More