- Kelompok pecinta budaya pop Jepang mengikuti demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Yogyakarta, pada Sabtu (13/6/2026).
- Peserta aksi memprotes pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran karena kondisi sosial serta ekonomi kian memburuk.
- Komunitas wibu menuntut stabilitas harga karena kenaikan dolar dan BBM berdampak buruk bagi daya beli masyarakat.
Suara.com - Aksi demonstrasi di Yogyakarta tak hanya diikuti mahasiswa dan aktivis, tetapi juga diramaikan kelompok pecinta budaya pop Jepang atau wibu.
Salah satu peserta aksi, komika sekaligus perwakilan Komika Wibu Jogja, Jor D. Billy, menyebut kondisi Indonesia saat ini terasa mirip dengan situasi kacau dalam serial anime dan manga One Piece.
Billy mengatakan keresahan itu muncul karena ia melihat adanya kemiripan antara penguasa dalam cerita One Piece dengan situasi sosial-politik yang dirasakan masyarakat saat ini.
Menurutnya, rakyat kecil menjadi pihak yang paling terdampak.
"Di dunia One Piece yang kacau balau itu dengan politisinya mungkin penguasa-penguasanya yang menindas rakyat-rakyat kecil, itu kita lihat juga di Indonesia sekarang gitu mirip-mirip," kata Billy ditemui di sela-sela aksi, Sabtu (13/6/2026).
Ia mencontohkan arc Wano dalam One Piece yang menggambarkan rakyat dipaksa bertahan hidup di tengah penindasan dan krisis pangan.
Billy menilai situasi tersebut terasa relevan dengan kondisi masyarakat yang kini menghadapi tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan.
"Yang jadi penguasanya di situ tuh menindas rakyat-rakyat kecil itu, sampai rakyat-rakyat kecil tuh dikasih makanan-makanan yang beracun karena mereka saking tidak bisa makannya dan mereka tidak ada pilihan lain untuk makan makanan tersebut sih," paparnya.
Tak hanya soal politik, Billy turut menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan komunitas wibu. Kenaikan dolar disebut ikut memukul harga barang koleksi.
Baca Juga: Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
Misalnya saja kartu Pokémon, figur karakter anime untuk koleksi, hingga perlengkapan cosplay yang banyak didatangkan dari luar negeri.
Menurut Billy, kondisi tersebut membuat hobi yang selama ini identik dengan hiburan dan komunitas kini ikut terdampak tekanan ekonomi. Bahkan event-event wibu pun disebut mulai terkena imbas karena harga barang dan kebutuhan pendukung terus meningkat.
"Nah dengan dampak yang dolar naik ini juga harganya meroket bagi kita yang mungkin pecinta-pecinta ini mungkin enggak cuma yang kaya-kaya juga ya, mungkin ada mahasiswa, anak SMA kayak gitu sih," ucapnya.
Ia mengaku hadir dalam aksi karena merasa memiliki keresahan yang sama dengan masyarakat lain.
"Saya juga merasa resah," tegasnya.
Billy berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga dan mengendalikan kenaikan dolar yang dinilai berdampak luas, termasuk pada harga BBM. Ia khawatir kenaikan harga energi akan memicu persoalan baru di masyarakat.
Diketahui massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Yogyakarta dengan membawa sejumlah tuntutan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat semakin memburuk di berbagai sektor.
Ratusan massa telah memadati kawasan Simpang Tiga Gejayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (13/6/2026) sejak siang.
Foto: Salah satu perwakilan Komika Wibu Jogja, Jor D. Billy.
Berita Terkait
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II
-
Saran Connie Bakrie ke Prabowo: Suruh Teddy Libur Dulu, Saatnya Dengar Orang-orang Berpengalaman
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup