Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong olahraga yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan pelari disabilitas binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia pada kategori 5K. Dalam ajang tersebut, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin turut menjadi guide runner bagi pelari disabilitas bersama empat Direksi BTN yakni Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo, Direktur Information Technology BTN Tan Jacky Chen, Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa, dan Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa Nugroho dan 10 perwakilan nasabah setia BTN.
Kehadiran para guide runner tersebut menjadi bentuk dukungan langsung terhadap perjuangan, semangat, dan determinasi pelari disabilitas dalam menyelesaikan lomba lari 5K. Melalui pendampingan ini, BTN ingin menunjukkan bahwa BTN JAKIM bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ruang yang setara, inklusif, dan ramah bagi siapa saja untuk bergerak, berpartisipasi, dan mencapai garis finis.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan keterlibatan pelari disabilitas membuktikan bahwa lari merupakan olahraga yang dapat dilakukan oleh semua orang, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik.
“Lari adalah olahraga yang inklusif, murah, dan sehat karena bisa dilakukan siapa saja. Teman-teman pelari disabilitas hari ini menunjukkan semangat luar biasa. Mereka membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak, berjuang, dan mencapai garis finis,” ujar Budi usai menyelesaikan lari 5K di BTN JAKIM 2026, Jakarta, Sabtu (13/6).
Budi juga mengapresiasi penyelenggaraan BTN JAKIM 2026 yang dinilai mampu mendorong masyarakat semakin aktif bergerak dan menjalankan gaya hidup sehat. Menurutnya, ajang lari seperti BTN JAKIM dapat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan olahraga yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Sekarang banyak masyarakat mulai suka lari. Ada yang memang serius latihan, ada juga yang awalnya ikut tren atau FOMO. Tidak masalah, yang penting masyarakat mulai bergerak. Dengan olahraga rutin, kita bisa menjaga kebugaran tubuh dan membuat tubuh lebih sehat,” ujar Budi.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan keterlibatan pelari disabilitas di BTN JAKIM 2026 merupakan bagian dari komitmen BTN dalam menghadirkan ajang olahraga yang inklusif, setara, dan dapat diikuti oleh siapa saja. Menurutnya, semangat para pelari disabilitas menjadi inspirasi bagi seluruh peserta BTN JAKIM 2026.
“Menjadi guide runner bagi pelari disabilitas memberikan pengalaman yang sangat bermakna. Kami tidak hanya berlari bersama, tetapi juga mendukung perjuangan dan semangat mereka di setiap langkah. Mereka menunjukkan bahwa keberanian, ketekunan, dan semangat pantang menyerah adalah nilai yang dapat menginspirasi kita semua,” ujar Setiyo.
Baca Juga: BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
Setiyo menambahkan, keterlibatan pelari disabilitas tersebut juga menjadi kelanjutan komitmen BTN setelah sebelumnya menggelar BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity bersama atlet paralimpik di Solo.
“BTN JAKIM kami hadirkan sebagai lomba lari yang inklusif dan ramah untuk siapa saja, baik pelari profesional, komunitas lari, pelari pemula, masyarakat umum, maupun pelari disabilitas. Semangat inilah yang sejalan dengan penerapan ESG BTN, khususnya pada aspek sosial, yaitu menghadirkan dampak positif dan kesempatan yang setara bagi masyarakat,” ujar Setiyo.
Sebelumnya, Ketua NPC Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap dukungan BTN dalam membuka ruang yang lebih luas bagi pelari dan atlet disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga nasional. Kolaborasi seperti BTN JAKIM dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem olahraga disabilitas yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BTN juga telah memberikan bantuan sarana dan prasarana pendukung bagi atlet paralimpik serta terus mendorong keterlibatan pelari disabilitas dalam berbagai kegiatan olahraga.
BTN JAKIM 2026 mencatatkan antusiasme tinggi dengan diikuti lebih dari 45.000 peserta dari dalam maupun luar negeri. Ajang tersebut tidak hanya mendukung penguatan Jakarta sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun budaya hidup sehat, inklusif, dan ramah bagi seluruh masyarakat.***
Berita Terkait
-
Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara
-
BTN JAKIM 2026 Hadirkan Race Expo di Balai Kartini dengan Promo Menarik dan Brand Ternama
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Guru Les Cabuli 29 Murid, Mengapa Kekerasan Seksual Anak Kerap Dilakukan Orang Terdekat?
-
Grab Perkuat Teknologi Keselamatan Transportasi Online, AI hingga AudioProtect Plus
-
Abdul Wahid Ajukan Banding, Merasa Kasusnya Direkayasa: Saya Cari Keadilan
-
Istana Tanggapi Putusan MK soal Anggaran MBG Harus Dipisah dari Pendidikan
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Fahri Hamzah Usul Peradilan Etik, Pejabat Bisa Langsung Dipecat Sebelum Terjerat Korupsi