- Direktur Celios, Media Wahyudi Askar, mengusulkan peleburan BP Taskin ke kementerian lain karena dinilai tumpang tindih fungsi.
- BP Taskin dianggap minim kontribusi nyata serta tidak memiliki instrumen maupun anggaran memadai untuk mengentaskan kemiskinan.
- Presiden Prabowo diminta mengevaluasi Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, terkait kinerja lembaga dan kontroversi yang membebani pemerintah.
Suara.com - Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, mengusulkan agar Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dilebur ke kementerian lain. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut tumpang tindih dengan tugas sejumlah kementerian dan belum menunjukkan kontribusi yang signifikan.
Media menilai BP Taskin tidak memiliki instrumen maupun anggaran yang memadai untuk menjalankan program percepatan pengentasan kemiskinan.
"BP Taskin itu sebetulnya secara politik hanya bagi-bagi jabatan saja. Instrumennya mereka enggak punya, mereka juga enggak punya anggaran yang signifikan, termasuk untuk implementasi program dan lain-lain," kata Media kepada Suara.com, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, sejak awal fungsi BP Taskin hanya sebatas sinkronisasi, integrasi, penyusunan master plan, serta koordinasi lintas sektor. Namun, menurutnya, fungsi-fungsi tersebut sudah dijalankan oleh Bappenas, Kementerian Sosial, dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
"Jadi praktis hingga saat ini BP Taskin itu enggak ada kontribusinya sama sekali. Saya lihat dampaknya terhadap percepatan program pengentasan kemiskinan juga tidak terlihat," ujarnya.
Media menilai, selama ini publik lebih banyak melihat aktivitas seremonial dibandingkan hasil konkret dari BP Taskin.
"Yang terlihat di mata publik ya kunjungan lapangan, forum diskusi. Jadi hanya aktivitas birokrasi dan ini enggak mencerminkan hasil sama sekali. Apakah kemiskinan sekarang terjadi penurunan karena inovasi dari BP Taskin? Kan enggak juga. Jadi relatif sangat minim kontribusinya terhadap tata kelola pengentasan kemiskinan di Indonesia," katanya.
Karena itu, ia menyarankan agar BP Taskin dilebur ke kementerian yang memiliki tugas serupa, seperti Kementerian Sosial atau Bappenas.
"Jadi sebaiknya dievaluasi saja, mungkin dilebur ke Kementerian Sosial atau Bappenas. Itu jauh lebih baik ketimbang sekarang malah kontraproduktif dan jauh dari upaya mempercepat penyelesaian kemiskinan," ujar Media.
Minta Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko
Baca Juga: Presiden Prabowo Diminta Copot Budiman Sudjatmiko
Selain mengusulkan peleburan BP Taskin, Media juga meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko.
Menurutnya, evaluasi tidak hanya berkaitan dengan kinerja lembaga, tetapi juga menyangkut kontroversi Budiman saat berdiskusi dengan mahasiswa yang dinilai menjadi beban politik bagi pemerintah.
"Jadi saya kira Pak Budiman harus dievaluasi karena jangankan bicara kinerja, sekarang malah ribut-ribut kontroversi di kampus dan akhirnya justru memberikan tekanan politik kepada kabinet hari ini," katanya.
Media mempertanyakan capaian BP Taskin sejak dibentuk dan dampaknya terhadap upaya pengentasan kemiskinan nasional.
"Harus dilakukan evaluasi. Apa target dari BP Taskin yang sebenarnya sudah dicapai? Apa dampaknya terhadap pengentasan kemiskinan? Karena praktis pejabat struktural di bawah BP Taskin juga tidak punya kemampuan setara Bappenas, setara Kementerian Sosial, bahkan juga tidak memiliki instrumen anggaran untuk melaksanakan program-program pengentasan kemiskinan," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura