-
Korea Utara mempercepat penguatan militer demi menandingi modernisasi senjata Amerika Serikat dan Korea Selatan.
-
Kim Jong Un mengecam rencana kepemilikan kapal selam nuklir oleh aliansi militer Korea Selatan.
-
Pyongyang menegaskan status senjata nuklir mereka bersifat permanen dan tidak dapat dinegosiasikan kembali.
Langkah restrukturisasi industri energi ini diambil untuk menghapus ketertinggalan teknologi pertambangan yang telah berlangsung selama berabad-abad. Sektor batubara diharapkan menjadi tulang punggung baru dalam menopang perekonomian nasional yang terisolasi.
Secara hukum internasional, Korea Utara dan Korea Selatan sebenarnya masih berada dalam status aktif berperang hingga saat ini. Konflik berdarah periode 1950-1953 silam belum pernah diselesaikan dengan kesepakatan damai yang komprehensif.
Pertempuran besar di masa lalu tersebut hanya diakhiri melalui sebuah perjanjian gencatan senjata sementara di atas kertas. Akibatnya, kedua negara tetangga ini terus terjebak dalam lingkaran setan ketegangan militer tanpa akhir.
Pyongyang sendiri terus dihujani berbagai sanksi ekonomi berlapis dari Perserikatan Bangsa-Bangsa akibat nekat mengembangkan program hulu ledak. Namun, pembatasan ketat tersebut terbukti gagal meredam ambisi militerisasi Korut.
Kebuntuan diplomatik total ini mulai mengkristal sejak runtuhnya pertemuan puncak antara Kim Jong Un dan Donald Trump di Hanoi pada 2019. Kegagalan negosiasi kala itu dipicu oleh ketidaksepakatan mengenai kompensasi penghapusan sanksi internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi