- Presiden Prabowo Subianto menantang para akademisi mengembangkan kemandirian produksi komoditas pangan serta kendaraan nasional saat Konvensi KSTI di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
- Prabowo menggunakan mobil Maung MV3 Garuda Limousine produksi PT Pindad sebagai wujud nyata dukungan terhadap industri manufaktur dalam negeri.
- Pemerintah mendorong para ahli untuk terus menyempurnakan kualitas mobil dan motor nasional, terutama yang berbasis teknologi kendaraan listrik.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pertanyaan kepada kalangan akademisi, mulai dari persoalan komoditas pangan hingga kemampuan Indonesia memproduksi mobil nasional.
Prabowo mempertanyakan mengapa Indonesia yang menjelang usia ke-81 tahun belum mampu memproduksi secara mandiri sejumlah kebutuhan strategis. Pertanyaan itu kembali ia sampaikan di hadapan para akademisi dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).
"Saudara-saudara, karena itu saya berkali-kali saya datang ke kampus. Saya datang saya minta orang-orang terpintar. Tanya Pak Brian, tanya Profesor Sigit, saya tanya profesor-profesor IPB, kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum? Saya tanya, kenapa kelapa sawit per hektar di Malaysia produktivitasnya lebih dari kita? Kenapa? Saya selalu minta mereka," tutur Prabowo.
Prabowo kemudian mengajukan pertanyaan serupa, kali ini terkait kemampuan Indonesia memproduksi mobil dan sepeda motor nasional.
"Kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?" tanya Prabowo kepada para rektor, dekan, dan dosen yang hadir.
"Saya berdiri di depan saudara-saudara. Kalian yang PhD. Kenapa kita tidak punya, kita beli motor 10 juta motor tiap tahun, kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia? Tapi saya terima kasih kampus, saya terima kasih kita mulai ke arah punya mobil sendiri," sambung Prabowo.
Terkait mobil dinas, Prabowo mengatakan perlahan mulai mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setelah resmi dilantik sebagai Presiden, Prabowo memilih kendaraan buatan dalam negeri sebagai mobil kepresidenan, yakni Maung MV3 Garuda Limousine.
Prabowo mengaku memiliki kepuasan tersendiri karena usai pelantikan di Gedung DPR menuju Istana Merdeka, dirinya langsung menggunakan mobil produksi PT Pindad (Persero) tersebut.
"Desainnya Indonesia, dibuat di Indonesia. Tidak 100%, dan tidak ada mobil di dunia yang 100% produknya dari satu negara. Tapi kalau 65%, 70%, itu sudah boleh kita klaim buatan Indonesia," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
Meski merasa puas dapat menggunakan mobil karya anak bangsa, Prabowo mengaku sempat menghadapi sejumlah kendala teknis pada awal penggunaan Maung sebagai mobil kepresidenan. Namun, ia memaklumi hal tersebut dan meminta agar dilakukan penyempurnaan.
"Risikonya sekarang selama saya jadi presiden ya harus naik mobil buatan Indonesia. Waktu bulan-bulan pertama ya lumayan, kecuali kalau hujan keras. Kalau hujan keras sempat bocor juga itu. Tapi saya kembalikan, Profesor Sigit gimana nih mobil presiden bocor? Perbaiki. Enggak apa-apa, minimal kita mulai, kita harus berani mulai," kata Prabowo.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan maksud pernyataan Prabowo terkait mobil nasional yang disampaikan di hadapan para akademisi.
"Iya tadi salah satu yang disinggung. Kita berharap makin banyak tenaga-tenaga ahli terampil di bidang yang kita kehendaki untuk bergabung mengembangkan mobil nasional kita dan motor nasional. Tapi memang kemungkinan besar arahnya ke mobil maupun motor listrik," tutur Prasetyo.
Berita Terkait
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen
-
Toyota Vios Kini Seharga Motor Matic Bekas, Mending Beli Eks Taksi atau Pribadi? Ini Kata Pakar
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4