-
Harga minyak dunia kembali melonjak akibat konflik bersenjata AS-Iran yang memanas di Selat Hormuz.
-
Kerusakan infrastruktur dan ketakutan operator kapal komersial membuat pemulihan pasokan energi berjalan sangat lambat.
-
Pejabat AS menyatakan proses negosiasi tetap berjalan meski Iran menetapkan syarat geopolitik yang berat.
Suara.com - Ketegangan bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang terus membara di Selat Hormuz langsung memicu lonjakan harga minyak dunia. Konflik yang memasuki hari keempat ini mengguncang pasar energi karena Iran bersikeras mempertahankan kendali atas jalur maritim kritis tersebut.
Minyak mentah Brent naik 0,9 persen ke level 72,20 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS menanjak 1,3 persen menjadi 70,09 dolar per barel. Padahal pada Jumat lalu, harga komoditas ini sempat menyentuh titik terendah sejak perang meletus.
Sebelum eskalasi terbaru terjadi, pasar sempat bernapas lega berkat harapan kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari. Pemulihan lalu lintas kapal tanker sempat terlihat setelah penandatanganan perjanjian perdamaian pada 17 Juni lalu.
Laju pemulihan tersebut mendadak lumpuh setelah Iran menyerang sebuah kapal komersial di selat tersebut pada hari Kamis. PBB bahkan terpaksa menunda rencana evakuasi bagi para pelaut dan kapal yang terjebak di zona bahaya.
Saling balas serangan rudal dan drone antara kedua militer membuat perairan strategis ini menjadi sangat berisiko. Sejumlah operator kapal komersial kini terpaksa mengalihkan rute pelayaran mereka demi mendekati wilayah pesisir Oman.
Sentimen pasar kini menyadari bahwa penurunan harga energi tidak hanya bergantung pada pemulihan jalur perdagangan maritim saja. Infrastruktur energi yang rusak parah membutuhkan waktu berbulan-bulan agar kapal tanker bisa melintas dengan normal.
Para pengamat ekonomi bahkan memperingatkan risiko bahwa harga minyak kemungkinan tidak akan kembali ke level sebelum perang pada tahun 2026. Meski demikian, harga saat ini masih berada jauh di bawah rekor tertinggi empat tahun terakhir yang sempat menyentuh $126 per barel pada April lalu.
Penurunan harga dari puncaknya tersebut setidaknya sedikit meringankan beban pengeluaran bahan bakar para konsumen di Amerika Serikat. Berdasarkan data AAA, rata-rata harga bensin reguler domestik turun hampir 13 persen dari bulan lalu menjadi $3.87 per galon.
Di sisi lain, pertempuran akhir pekan ini menjadi ujian berat bagi komitmen awal perdamaian transisi kedua negara. Gelombang serangan pesawat tanpa awak dan rudal dari Teheran dilaporkan gagal mengenai sasaran utama mereka.
Baca Juga: Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
Pemerintah Iran berdalih serangan tersebut merupakan balasan setelah pangkalan militer mereka di negara Teluk dihantam oleh militer AS. Kendati situasi di lapangan memanas, jalur diplomasi dilaporkan belum sepenuhnya tertutup oleh kedua belah pihak.
Seorang pejabat senior dari pemerintahan Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan lanjutan masih berada “pada jalurnya untuk beberapa hari mendatang.”
Namun, ketidakpastian di jalur perairan utama ini tetap membuat para pelaku usaha pelayaran komersial menghadapi kebingungan ekstrem. Ditambah lagi, Iran kini mengajukan syarat baru yang menuntut penarikan penuh pasukan Israel dari Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan akhir dengan AS.
Selat Hormuz merupakan jalur urat nadi logistik global yang mengalirkan seperlima dari total pasokan minyak mentah di seluruh dunia. Konflik bersenjata yang melibatkan poros AS, Iran, serta ketegangan regional yang melibatkan kelompok Hezbollah di Lebanon terus mempersulit stabilitas pasokan energi global. Upaya gencatan senjata teknis selama 60 hari kini berada di ujung tanduk akibat eskalasi militer yang tidak kunjung mereda di perairan Teluk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe