- Enam orang dewasa tewas dalam insiden penembakan di fasilitas kesejahteraan remaja, Stade, Jerman, akibat konflik internal keluarga.
- Pelaku beserta dua orang terkait telah ditangkap oleh aparat kepolisian di lokasi kejadian untuk proses investigasi lebih lanjut.
- Kondisi di lokasi telah dinyatakan aman dan terkendali, sementara satu korban luka saat ini masih menjalani perawatan medis.
Suara.com - Jumlah korban tewas dalam insiden penembakan di sebuah pusat kesejahteraan remaja di Stade, Jerman utara, bertambah menjadi enam orang.
Otoritas setempat menyebut tragedi ini sebagai dugaan konflik antar anggota keluarga.
Juru bicara kepolisian mengonfirmasi seluruh korban tewas adalah orang dewasa.
“Indikasi awal mengarah pada konflik internal keluarga, bukan motif teror atau kriminal terorganisir,” ujarnya seperti dilansir dari media Jerman.
Pelaku penembakan berhasil ditangkap di lokasi kejadian.
Selain itu, dua orang lainnya turut diamankan karena diduga memiliki keterkaitan dengan insiden berdarah tersebut.
Satu korban luka dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi stabil.
Polisi memastikan situasi telah terkendali dan tidak ada lagi ancaman bagi masyarakat.
Penembakan terjadi di kawasan Dankerstrasse, Stade, kota berpenduduk sekitar 50.000 jiwa yang terletak di tepi Sungai Elba, sekitar 50 kilometer dari Hamburg.
Baca Juga: Bukan Lagi Kejadian Langka: Suhu 41,7C Lumpuhkan Eropa dan Renggut 1.300 Nyawa
Aparat langsung menutup area dan mengerahkan pasukan bersenjata lengkap serta tim medis dalam jumlah besar.
“Tidak ada lagi bahaya bagi publik,” tegas kepolisian sekitar pukul 12.15 waktu setempat.
Rekaman dari media lokal menunjukkan jalan-jalan kota dipenuhi garis polisi, sementara helikopter darurat berpatroli di udara.
Warga sebelumnya diminta menjauhi lokasi kejadian demi keselamatan.
Insiden ini terjadi di fasilitas sosial yang diketahui melayani perempuan hamil, ibu dengan anak kecil, serta anak-anak usia dini.
“Terjadi pembunuhan dengan banyak korban di fasilitas kesejahteraan remaja,” kata pihak kepolisian dalam pernyataan resminya.
Berita Terkait
-
Bukan Lagi Kejadian Langka: Suhu 41,7C Lumpuhkan Eropa dan Renggut 1.300 Nyawa
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Nagelsmann Tegaskan Jerman Tak Boleh Ulangi Kesalahan Lawan Ekuador saat Hadapi Paraguay
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Klasemen Piala Dunia 2026: Siapa Saja Juara Grup?
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?