News / Internasional
Senin, 20 Juli 2026 | 16:22 WIB
Wang Jibing (Xinhua)
Baca 10 detik
  • Kurir makanan Wang Jibing meraih penghargaan sastra tertinggi Lu Xun melalui antologi puisi Low Flight.

  • Karya sastra tersebut lahir dari pengalaman nyata serta wawancara terhadap 200 pekerja ekonomi gig.

  • Wang memilih tetap bekerja sebagai kurir makanan untuk menjaga kesehatan dan hidup membumi.

Suara.com - Kisah nyata perjuangan hidup kelas pekerja di balik gemerlap ekonomi gig kini diakui lewat penghargaan sastra tertinggi di China. Seorang ojek online atau ojol kurir makanan berhasil memenangkan Lu Xun Literary Prize berkat kumpulan puisi yang ditulisnya di sela-sela mengantar pesanan.

Wang Jibing membuktikan bahwa rutinitas harian yang melelahkan dapat melahirkan karya seni yang mendalam dan menggugah hati. Antologi puisi berjudul Low Flight resmi menempatkan namanya dalam jajaran sastrawan papan atas modern negeri tirai bambu.

Kemenangan besar ini membawa angin segar sekaligus sorotan tajam terhadap realitas keras yang dihadapi buruh digital. Karya Wang Jibing memberikan perspektif baru yang humanis mengenai ekosistem industri kurir instan yang sangat kompetitif.

Pria berusia 56 tahun ini mulai bekerja sebagai pengantar makanan sejak tahun 2019 demi menyambung hidup keluarga. Tulisan-tulisannya di media sosial perlahan memikat jutaan netizen karena memotret keseharian pekerja dengan sangat jujur.

Raihan piala sastra bergengsi ini menjadi puncak dari perjalanan panjang Wang setelah puluhan tahun melakoni berbagai pekerjaan kasar. Pengumuman kemenangan tersebut sempat membuat dirinya diliputi rasa cemas akibat perhatian media yang begitu masif.

"Saya menahan napas dan merasa sangat gugup… Begitu diumumkan, semuanya berakhir," kata Wang, dikutip dari BBC, Senin (20/7/2026).

Koleksi puisi Low Flight yang diterbitkan tahun 2024 ini dirancang melalui riset personal yang mendalam. Wang melakukan wawancara langsung serta survei terhadap sekitar 200 rekan seprofesinya untuk menangkap keluh kesah mereka.

"Siapa bilang mengepakkan sayap berarti terbang tinggi? Terbang rendah juga terbang," tulis salah satu bait puisinya.

Meskipun namanya kini sejajar dengan penulis elite, Wang menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengundurkan diri sebagai kurir. Dirinya berkomitmen untuk terus mengantarkan makanan ke pelanggan setidaknya hingga memasuki usia 60 tahun.

Baca Juga: 7 Motor Bekas Matic dengan Bagasi Lega untuk Kurir Makanan, Muat Banyak!

Aktivitas fisik di jalanan dinilainya memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh sekaligus menjaga kewarasannya. Penghargaan materiil dan popularitas baru ini tidak akan mengubah gaya hidup bersahaja yang selama ini dia jalani.

"Secara finansial saya tidak membutuhkan pekerjaan ini untuk mencari nafkah, tetapi saya menyukai atmosfer pekerjaan ini dan itu menjaga saya tetap bugar. Saya menginginkan hidup yang membumi dan penghargaan ini tidak akan pernah mengubah siapa saya."

Fenomena keberhasilan Wang Jibing memperpanjang daftar pekerja kerah biru yang sukses menembus dominasi sastrawan akademis. Tren penulisan berbasis pengalaman langsung dari kelas pekerja bawah semakin mendapat tempat di hati pembaca global.

Sebelumnya, sebuah memoar karya mantan kurir pengirim paket bernama Hu Anyan berjudul I Deliver Parcels in Beijing sukses menjadi buku terlaris. Esai otobiografi Fan Yusu mengenai perjuangan buruh migran juga sempat mengguncang jagat maya beberapa tahun lalu.

Penghargaan Lu Xun sendiri diambil dari nama bapak sastra modern China yang terkenal dengan kritik sosialnya yang tajam. Relevansi karya-karya bertema kritik sosial ini kembali menguat di kalangan generasi muda yang kini menghadapi tekanan dunia kerja.

Load More