-
Kurir makanan Wang Jibing meraih penghargaan sastra tertinggi Lu Xun melalui antologi puisi Low Flight.
-
Karya sastra tersebut lahir dari pengalaman nyata serta wawancara terhadap 200 pekerja ekonomi gig.
-
Wang memilih tetap bekerja sebagai kurir makanan untuk menjaga kesehatan dan hidup membumi.
Suara.com - Kisah nyata perjuangan hidup kelas pekerja di balik gemerlap ekonomi gig kini diakui lewat penghargaan sastra tertinggi di China. Seorang ojek online atau ojol kurir makanan berhasil memenangkan Lu Xun Literary Prize berkat kumpulan puisi yang ditulisnya di sela-sela mengantar pesanan.
Wang Jibing membuktikan bahwa rutinitas harian yang melelahkan dapat melahirkan karya seni yang mendalam dan menggugah hati. Antologi puisi berjudul Low Flight resmi menempatkan namanya dalam jajaran sastrawan papan atas modern negeri tirai bambu.
Kemenangan besar ini membawa angin segar sekaligus sorotan tajam terhadap realitas keras yang dihadapi buruh digital. Karya Wang Jibing memberikan perspektif baru yang humanis mengenai ekosistem industri kurir instan yang sangat kompetitif.
Pria berusia 56 tahun ini mulai bekerja sebagai pengantar makanan sejak tahun 2019 demi menyambung hidup keluarga. Tulisan-tulisannya di media sosial perlahan memikat jutaan netizen karena memotret keseharian pekerja dengan sangat jujur.
Raihan piala sastra bergengsi ini menjadi puncak dari perjalanan panjang Wang setelah puluhan tahun melakoni berbagai pekerjaan kasar. Pengumuman kemenangan tersebut sempat membuat dirinya diliputi rasa cemas akibat perhatian media yang begitu masif.
"Saya menahan napas dan merasa sangat gugup… Begitu diumumkan, semuanya berakhir," kata Wang, dikutip dari BBC, Senin (20/7/2026).
Koleksi puisi Low Flight yang diterbitkan tahun 2024 ini dirancang melalui riset personal yang mendalam. Wang melakukan wawancara langsung serta survei terhadap sekitar 200 rekan seprofesinya untuk menangkap keluh kesah mereka.
"Siapa bilang mengepakkan sayap berarti terbang tinggi? Terbang rendah juga terbang," tulis salah satu bait puisinya.
Meskipun namanya kini sejajar dengan penulis elite, Wang menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengundurkan diri sebagai kurir. Dirinya berkomitmen untuk terus mengantarkan makanan ke pelanggan setidaknya hingga memasuki usia 60 tahun.
Baca Juga: 7 Motor Bekas Matic dengan Bagasi Lega untuk Kurir Makanan, Muat Banyak!
Aktivitas fisik di jalanan dinilainya memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh sekaligus menjaga kewarasannya. Penghargaan materiil dan popularitas baru ini tidak akan mengubah gaya hidup bersahaja yang selama ini dia jalani.
"Secara finansial saya tidak membutuhkan pekerjaan ini untuk mencari nafkah, tetapi saya menyukai atmosfer pekerjaan ini dan itu menjaga saya tetap bugar. Saya menginginkan hidup yang membumi dan penghargaan ini tidak akan pernah mengubah siapa saya."
Fenomena keberhasilan Wang Jibing memperpanjang daftar pekerja kerah biru yang sukses menembus dominasi sastrawan akademis. Tren penulisan berbasis pengalaman langsung dari kelas pekerja bawah semakin mendapat tempat di hati pembaca global.
Sebelumnya, sebuah memoar karya mantan kurir pengirim paket bernama Hu Anyan berjudul I Deliver Parcels in Beijing sukses menjadi buku terlaris. Esai otobiografi Fan Yusu mengenai perjuangan buruh migran juga sempat mengguncang jagat maya beberapa tahun lalu.
Penghargaan Lu Xun sendiri diambil dari nama bapak sastra modern China yang terkenal dengan kritik sosialnya yang tajam. Relevansi karya-karya bertema kritik sosial ini kembali menguat di kalangan generasi muda yang kini menghadapi tekanan dunia kerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Punya 24 Aset Properti Tersebar di Berbagai Daerah
-
PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum
-
Dampingi UMKM hingga Raih Izin Resmi, Inilah Upaya BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja
-
Cara Cabut Berkas Motor Terbaru, Ini Syarat dan Langkah Praktisnya Biar Nggak Ribet
-
Oppo Find X10 Series Dikabarkan Direvisi, Pro Max Berpotensi Gantikan Varian Ultra
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
-
Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata
-
4 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Melimpah Hari ini 21 Juli 2026
-
Sering Delay? INACA Ungkap Mengapa Penerbangan di Indonesia Begitu 'Unik' dan Sulit Tepat Waktu