News / Metropolitan
Selasa, 21 Juli 2026 | 05:00 WIB
Ilustrasi rumah dengan pintu utama 2 daun (Magnific)
Baca 10 detik
  • Penjualan rumah primer terkontraksi 25,67 persen pada triwulan I 2026, tetapi segmen menengah tetap tumbuh 8,28 persen.
  • Sebanyak 69,87 persen transaksi pembelian rumah mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah di tengah kenaikan harga bahan bangunan.
  • Pengembang menghadirkan hunian multifungsi Bizhome di Pasadena  yang menggabungkan area usaha dan tempat tinggal.

Suara.com - Pasar properti residensial masih menghadapi tekanan pada awal 2026.

Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mencatat penjualan rumah di pasar primer terkontraksi 25,67 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, berbalik dari pertumbuhan 7,83 persen di periode sebelumnya.

Di tengah perlambatan tersebut, segmen rumah tipe menengah justru menunjukkan ketahanan.

Penjualannya masih tumbuh 8,28 persen, menandakan adanya pergeseran preferensi konsumen terhadap hunian yang lebih fleksibel.

Mayoritas pembelian rumah masih mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Bank Indonesia mencatat sekitar 69,87 persen transaksi dilakukan melalui skema pembiayaan tersebut, meski dihadapkan pada tantangan suku bunga dan uang muka.

Pengembang juga mengakui pasar dibayangi kenaikan harga bahan bangunan serta tekanan biaya lainnya. Kondisi ini mendorong konsumen lebih selektif dalam memilih hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal.

Tren baru pun mulai terlihat, yakni meningkatnya minat terhadap rumah yang dapat difungsikan sekaligus sebagai tempat usaha. Konsep ini dinilai memberi nilai tambah karena memungkinkan penghuni memperoleh penghasilan tanpa harus menyewa ruang komersial terpisah.

Salah satu pengembang menghadirkan konsep hunian multifungsi melalui tipe Bizhome. Desain ini menggabungkan area usaha di lantai dasar dengan ruang tinggal di lantai atas.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak

Lantai bawah dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis usaha, seperti coffee shop, butik, hingga bisnis berbasis digital. Sementara itu, area atas tetap menjadi ruang privat bagi keluarga.

Konsep ini memberi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dari rumah. Aktivitas bisnis dan kehidupan keluarga dapat berjalan beriringan dalam satu lokasi.

Hunian tersebut juga dirancang dengan pendekatan modern yang dipadukan ruang terbuka hijau. Lingkungan dilengkapi berbagai fasilitas seperti jalur lari, jalur sepeda, taman tematik, hingga area bermain anak.

Selain itu, tersedia beberapa pilihan tipe rumah dengan fitur teknologi seperti smart home system dan keamanan digital. Akses menuju jalan tol dan bandara juga menjadi nilai tambah dari kawasan ini.

Dengan kombinasi fungsi hunian dan usaha, konsep seperti ini dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan pasar di tengah kondisi properti yang melambat.

Klaster ini dilengkapi Eco Green Corridor seluas sekitar 10 hektare dengan berbagai fasilitas seperti jogging track, bicycle track sepanjang sekitar 5 kilometer, outdoor gym, thematic garden, children's playground, hingga picnic lawn.

Load More